Siapa Hussein al-Sheikh? Calon Kuat Pemimpin Palestina yang Dituding sebagai Tangan Kanan Zionis
Minggu, 27 April 2025 - 17:08 WIB
loading...
Hussein al-Sheikh disebut sebagai tangan kanan Zionis. Foto/X/@VickyPalestine
A
A
A
GAZA - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Sabtu menunjuk ajudan dekatnya Hussein al-Sheikh sebagai wakil presiden pertama Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Meskipun penunjukan tersebut — sebuah langkah yang mungkin diambil untuk meredakan keraguan internasional atas kepemimpinan Palestina — tidak menjamin al-Sheikh menjadi presiden, hal itu menjadikannya sebagai calon terdepan.
Apa arti keputusan tersebut? Sheikh kini menjadi yang terdepan di antara politisi lama di partai Fatah yang berharap untuk menggantikan Abbas yang berusia 89 tahun.
Namun, langkah tersebut tampaknya tidak akan memperbaiki citra Fatah di kalangan warga Palestina, yang banyak di antaranya memandang partai tersebut sebagai gerakan tertutup dan korup yang tidak berhubungan dengan masyarakat umum.
Abbas telah mendapat tekanan dari sekutu Barat dan Arab, yang membayangkan peran yang lebih luas bagi Otoritas Palestina (PA) dalam pemerintahan pascaperang di Jalur Gaza, untuk merehabilitasi dan mereformasi Otoritas Palestina.
Abbas telah menjadi kepala PA yang didominasi Fatah sejak 2005 setelah kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat.
Didirikan pada tahun 1964, PLO memiliki wewenang untuk berunding dan menandatangani perjanjian internasional atas nama rakyat Palestina, sementara PA bertanggung jawab atas pemerintahan di beberapa bagian wilayah Palestina.
Meskipun penunjukan tersebut — sebuah langkah yang mungkin diambil untuk meredakan keraguan internasional atas kepemimpinan Palestina — tidak menjamin al-Sheikh menjadi presiden, hal itu menjadikannya sebagai calon terdepan.
Apa arti keputusan tersebut? Sheikh kini menjadi yang terdepan di antara politisi lama di partai Fatah yang berharap untuk menggantikan Abbas yang berusia 89 tahun.
Namun, langkah tersebut tampaknya tidak akan memperbaiki citra Fatah di kalangan warga Palestina, yang banyak di antaranya memandang partai tersebut sebagai gerakan tertutup dan korup yang tidak berhubungan dengan masyarakat umum.
Abbas telah mendapat tekanan dari sekutu Barat dan Arab, yang membayangkan peran yang lebih luas bagi Otoritas Palestina (PA) dalam pemerintahan pascaperang di Jalur Gaza, untuk merehabilitasi dan mereformasi Otoritas Palestina.
Abbas telah menjadi kepala PA yang didominasi Fatah sejak 2005 setelah kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat.
Didirikan pada tahun 1964, PLO memiliki wewenang untuk berunding dan menandatangani perjanjian internasional atas nama rakyat Palestina, sementara PA bertanggung jawab atas pemerintahan di beberapa bagian wilayah Palestina.
Lihat Juga :