AS Desak WHO Segera Lakukan Penyelidikan Pandemi Covid-19

Jum'at, 22 Mei 2020 - 21:42 WIB
loading...
AS Desak WHO Segera...
AS mendesak WHO untuk segera melakukan penyelidikan pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
JENEWA - Amerika Serikat (AS) mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mulai melakukan penyelidikan independen pandemi Covid-19. Desakan ini muncul di saat pemerintahan Trump berulang kali mengkritik badan tersebut dan mengancam akan memotong pendanaan bagi organisasi itu.

Laksamana Brett Giroir, asisten menteri di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, mengirim surat ke pertemuan dewan eksekutif badan kesehatan PBB itu pada hari Jumat (22/5/2020). Dalam suratnya ia mengatakan AS percaya WHO dapat "segera memulai" persiapan seperti menyatukan ahli kesehatan independen dan menyiapkan pedoman untuk ulasan.

"Tinjauan ini akan memastikan kami memiliki pemahaman yang lengkap dan transparan tentang sumber, waktu kejadian, dan proses pengambilan keputusan atas respon WHO terhadap pandemi Covid-19," tulis Giroir, seperti dikutip dari AP.

Giroir merupakan salah satu dari 34 anggota dewan internasional. Ia sendiri tidak berpartisipasi dalam pertemuan "virtual" pertama dewan.

Giroir menyinggung resolusi yang disahkan pada Selasa oleh majelis WHO yang menyerukan kepada Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus untuk meluncurkan "evaluasi komprehensif" dari respons internasional yang terkoordinasi WHO untuk wabah pada saat yang tepat paling awal. (Baca: WHO Setuju Lakukan Investigasi Covid-19 )

"Sebagaimana Presiden Trump baru saja jelaskan dalam suratnya 18 Mei kepada Direktur Jenderal Tedros, tidak ada waktu untuk memulai reformasi yang diperlukan untuk memastikan pandemi semacam itu tidak pernah terjadi lagi," tambah Giroir.

"Kami memuji seruan untuk penyelidikan yang tidak memihak, independen, dan komprehensif, untuk dilakukan melalui konsultasi dengan negara-negara anggota, dan mendesak agar pekerjaan dimulai sekarang," imbuhnya.

Giroir, dalam pernyataannya dengan nada yang lebih diplomatis, mengatakan AS "didorong" oleh tinjauan awal oleh Komite Pengawasan dan Penasihat Independen WHO selama periode Januari hingga April.

"Kami selanjutnya menghargai mandat yang diberikan kepada WHO dalam resolusi untuk menyelidiki asal-usul (coronavirus), dan kami yakin bahwa para peneliti dan praktisi medis di seluruh dunia akan diberdayakan dalam pengejaran vaksin dan tindakan pencegahan lainnya melalui pengetahuan ini," tulis Giroir.

Meski begitu, Giroir memberi sinyal kapan hasil penyelidikan itu harus dibahas. Menurutnya hasil penyelidikan Covid-19 harus dibahas saat pertemuan dewan WHO pada musim gugur mendatang.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump memperingatkan dia akan membekukan sementara kucuran dana AS untuk WHO kecuali jika itu berkomitmen untuk "perbaikan substantif" dalam 30 hari ke depan. (Baca: Trump Ultimatum WHO 30 Hari: Perbaiki Diri atau AS Hengkang! )

Trump telah berulang kali mengkritik WHO karena respon badan itu diawal-awal pandemi dan memuji cara China menanggulangi wabah, di saat responnya sendiri terhadap wabah di AS - yang terbesar di dunia - telah mendapat kecaman.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Berita Terkini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved