Kelompok Ini Desak Selandia Baru Putuskan Hubungan Pertahanan dengan Indonesia

Senin, 10 Mei 2021 - 15:17 WIB
loading...
A A A
“Dia perlu segera menantang penunjukan kelompok perlawanan di Papua Barat sebagai teroris. Definisi luas terorisme di bawah undang-undang kontra-terorisme memberikan kekuatan luas kepada pasukan keamanan untuk menahan tersangka tanpa dakwaan dan menahan mereka untuk waktu yang lama tanpa pengadilan. Segala bentuk perlawanan sekarang dapat dicap sebagai 'teroris' di wilayah di mana sentimen pro-ketergantungan dan dukungan pasif untuk perlawanan bersenjata semakin dalam. Sejumlah besar pasukan telah dipindahkan ke Papua Barat dan dampak hak asasi manusia diidentifikasi oleh kelompok-kelompok seperti Human Rights Watch dan Amnesty."

Menurutnya, contoh spesifik dari penyalahgunaan kekuasaan semacam ini dalam 24 jam terakhir adalah penangkapan Juru Bicara Internasional untuk KPNB, Victor Yeimo, terkait aksi protes di Papua Barat pada tahun 2019.

"Kami sangat setuju dengan pernyataan Nanaia Mahuta tanggal 21 April 2021 bahwa hak asasi manusia harus didekati dengan cara yang konsisten di daerah agnostik. Jika nyawa ingin diselamatkan, kebutuhan yang mendesak adalah diakhirinya pendekatan militeris Indonesia. Kami mendesak Menteri menerapkan komitmennya terhadap hak asasi manusia dengan mendesak penghentian segera semua operasi militer di Papua Barat," paparnya.

Baca juga: Ikut Campur Papua Barat, Batalion di PNG Siap Perang dengan Indonesia

Selandia Baru diketahui mengekspor suku cadang pesawat militer ke militer Indonesia dan juga mengekspor senjata kecil ke pelanggan yang dirahasiakan di negara ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved