Satir, Seniman China Ubah Foto Bersama Menlu G7

Sabtu, 08 Mei 2021 - 11:57 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Disebut Pengganggu Oleh G7, China Kesal

Disebut Pemberontakan Boxer di Barat, Gerakan Yihetuan (Tinju Lurus dan Harmonis) adalah reaksi terhadap gangguan yang tumbuh oleh kekuatan kekaisaran Barat atas kedaulatan China. Enam puluh tahun sebelumnya, Inggris mengalahkan Dinasti Qing China dalam Perang Candu Pertama, memaksa Beijing untuk melonggarkan aturannya tentang perdagangan dengan kekuatan asing. Perang berikutnya yang menewaskan puluhan juta orang Tionghoa akhirnya memberlakukan perdagangan bebas di sebagian besar China, dan memungkinkan misionaris Kristen untuk menginjili di antara penduduk Tionghoa.

Yihetuan, masyarakat seni perkawinan tradisional dan sebelumnya tertutup, mengambil sikap politik yang semakin menentang hal ini dan pada akhir abad ke-19 mulai membunuh misionaris Kristen, berkumpul di sekitar pemerintahan Qing dan mengepung Markas Kedutaan di Beijing, di mana utusan dari kekaisaran kekuatan ditempatkan. Di tengah kekacauan, Janda Permaisuri Cixi merebut kendali pemerintahan dari Kaisar Guangxu yang muda dan lemah serta menyatakan perang terhadap kekuatan barat, yang mengirim pasukan gabungan sebanyak 20.000 orang untuk menyerang Beijing dan menghancurkan Yihetuan.

Kaiser Wilhem II dari Jerman, yang merupakan bagian dari aliansi, memberi tahu pasukannya sebelum keberangkatan mereka ke China: “Jika Anda menghadapi musuh, dia akan dikalahkan! Tidak ada seperempat yang akan diberikan! Tahanan tidak akan diambil! Siapapun yang jatuh ke tanganmu akan hangus. Sama seperti seribu tahun yang lalu suku Hun di bawah Raja Attila mereka membuat nama untuk diri mereka sendiri, yang bahkan hari ini membuat mereka tampak perkasa dalam sejarah dan legenda, semoga nama Jerman ditegaskan oleh Anda sedemikian rupa di China sehingga tidak ada orang China yang akan pernah sekali lagi berani untuk melihat juling pada orang Jerman."

Baca juga: Para Menlu G7 dan Uni Eropa Kecam Kekerasan di Myanmar

Delapan negara aliansi selain Jerman adalah Inggris, Prancis, Jepang, Italia, Austria-Hongaria, AS, dan Rusia - G7 hari ini, setelah mengeluarkan Rusia dari G8, terdiri dari negara yang sama kecuali untuk Austria-Hongaria, yang telah digantikan oleh Kanada.

Setelah menghentikan pengepungan, tentara internasional menjarah Beijing dan pedesaan sekitarnya, membantai ribuan orang China, dan memberlakukan ganti rugi yang keras kepada pemerintah, termasuk pembayaran 18.500 ton perak dan menerima penempatan pasukan Barat di kota-kota China. Monarki digulingkan hanya 11 tahun kemudian dan sebuah republik dideklarasikan, tetapi hak delapan negara untuk ikut campur dalam urusan China tidak berakhir sampai tahun 1949, ketika republik itu digulingkan di mana-mana di China kecuali Taiwan oleh revolusi sosialis yang dipimpin oleh Mao Zedong.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah
Rekomendasi
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved