Satir, Seniman China Ubah Foto Bersama Menlu G7
Sabtu, 08 Mei 2021 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Antara tahun 1842 dan 1949, China dipaksa untuk menerima serangkaian perjanjian tidak setara yang membuka negara itu bagi pedagang asing, menyebabkan sejumlah besar kekayaan mengalir dari China ke Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, era sosialis yang dimulai pada tahun 1949 telah ditampilkan sebagai akhir dari dominasi asing dan dimulainya kembali kemajuan sosial ekonomi.
China mulai mengembangkan dirinya secara sosial dan ekonomi alih-alih diperlambat atau dihentikan oleh dominasi kekuatan asing.
Pada KTT di London, para menteri membahas sejumlah topik geopolitik, termasuk situasi di Myanmar dan Ethiopia, tetapi sebagian besar berfokus pada Rusia dan China, yang oleh Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dicirikan sebagai "ancaman yang meningkat".
Baca juga: G7 Sebut China sebagai Pengganggu dan Rusia Penjahat
Pernyataan G7 pada hari Rabu mengkritik China dalam berbagai masalah termasuk keamanan siber, Hong Kong, Xinjiang, dan Taiwan. Keesokan harinya, juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan para menteri G7 telah melancarkan tuduhan tidak berdasar terhadap China, secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri China dan terlibat dalam politik blok anakronistik.
"Ini adalah campur tangan besar dalam kedaulatan China, secara mencolok menginjak-injak norma hubungan internasional dan pelanggaran tren perdamaian, pembangunan, dan kerja sama yang saling menguntungkan di zaman kita," kata Wang.
“China sangat mengutuknya,” tegasnya.
China mulai mengembangkan dirinya secara sosial dan ekonomi alih-alih diperlambat atau dihentikan oleh dominasi kekuatan asing.
Pada KTT di London, para menteri membahas sejumlah topik geopolitik, termasuk situasi di Myanmar dan Ethiopia, tetapi sebagian besar berfokus pada Rusia dan China, yang oleh Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dicirikan sebagai "ancaman yang meningkat".
Baca juga: G7 Sebut China sebagai Pengganggu dan Rusia Penjahat
Pernyataan G7 pada hari Rabu mengkritik China dalam berbagai masalah termasuk keamanan siber, Hong Kong, Xinjiang, dan Taiwan. Keesokan harinya, juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan para menteri G7 telah melancarkan tuduhan tidak berdasar terhadap China, secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri China dan terlibat dalam politik blok anakronistik.
"Ini adalah campur tangan besar dalam kedaulatan China, secara mencolok menginjak-injak norma hubungan internasional dan pelanggaran tren perdamaian, pembangunan, dan kerja sama yang saling menguntungkan di zaman kita," kata Wang.
“China sangat mengutuknya,” tegasnya.
Lihat Juga :