Ingin Buat Sejarah, Pembelot Korea Utara 'Nyaleg' di Inggris

Rabu, 05 Mei 2021 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Pasangan itu pindah ke Beijing, di mana seorang pendeta Korea-Amerika menghubungkan mereka dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka diberikan suaka di Inggris.

"Di Inggris, kami adalah kebangsaan yang sama sekali berbeda, budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, tetapi mereka menerima kami," katanya.

Baca juga: Kim Jong-un Minta Rudal Nuklir Korea Utara Siap Tempur

"Saya ingin membayar kembali hadiah ini di Inggris," tambahnya. "Jadi itulah mengapa saya mencalonkan diri dalam pemilihan ini," ungkapnya.

Di jalur kampanye di Bury, di mana dia adalah kandidat untuk partai Konservatif Perdana Menteri Boris Johnson, Park mengatakan pemilih jarang berusaha untuk berbicara tentang negara kelahirannya, dan menunjukkan sedikit minat dalam ketegangan diplomatik global atas senjata nuklir Korut.

Sebaliknya, mereka ingin tahu apa yang dia rencanakan untuk meningkatkan layanan pembuangan sampah.

“Orang-orang mengobrol dengan kami tentang masalah pengumpulan sampah, jalanan kotor, dan juga keselamatan jalan raya. Semuanya,” katanya. "Dan saya menuliskannya, dalam catatan saya," sambungnya.

"Saya sudah mewujudkan impian saya di sini: keluarga bahagia, hidup bahagia. Dan akhirnya saya menemukan kebebasan saya di sini," ia melanjutkan.

Baca juga: Korut Diprediksi Bakal Punya 242 Rudal Nuklir Pada Tahun 2027

"Sekarang saya ingin mewujudkan impian orang lain," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Kapan KJP Juli 2026...
Kapan KJP Juli 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwal Pencairan dan Nominal Bantuan
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
Ukir Sejarah, Timnas...
Ukir Sejarah, Timnas Indonesia Melaju di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved