Inggris Buka Klub Malam Pertama: Pengunjung Menari, Berpelukan dan Ciuman

Sabtu, 01 Mei 2021 - 20:02 WIB
loading...
Inggris Buka Klub Malam...
Para pengunjung klub malam memadati gudang di Liverpool, Inggris. Foto/REUTERS/getty images/mercury press
A A A
LIVERPOOL - Pemerintah Inggris secara resmi membuka klub malam pertama setelah lebih dari setahun tutup. Orang-orang tampak bersuka ria dengan berpelukan, berciuman, dan menari berdesakan tanpa jarak sosial.

Adegan ini tidak disaksikan di Inggris sejak Maret 2020 saat 3.000 pengunjung klub malam berkumpul di satu gudang di dermaga di Liverpool.

Acara aman Covid itu diadakan untuk menguji apakah aman untuk keluar malam berskala besar dan tanpa berjarak secara sosial.

Baca juga: Kediaman Dubes Arab Saudi di Inggris Hendak Dibakar, Pelaku Diringkus

Semua yang hadir harus menunjukkan bukti hasil tes Covid-19 negatif sebelum masuk sementara mereka juga harus mengikuti tes lagi dalam waktu lima hari.

Baca juga: Pentagon Nyatakan Konflik AS dengan China Tidak Terelakkan

Promotor Circus menyatakan tiket acara itu terjual habis dan acara lain di lokasi yang sama juga digelar besok, dengan 3.000 pengunjung lainnya akan hadir.

Baca juga: Penyelundupan Manusia di AS, Lebih dari 90 Orang Dijejalkan di Satu Rumah

Sejumlah DJ, termasuk Fatboy Slim tampil di hadapan orang banyak pada Sabtu, sementara pada Jumat menampilkan pendiri Circus dan DJ Yousef, Lewis Boardman, dan The Blessed Madonna.

Di dalam gudang Bramley-Moore Dock, orang-orang memadati lantai untuk menari dan bersosialisasi bersama.

Beberapa pengunjung klub duduk di atas bahu pengunjung lain untuk melihat panggung dengan lebih jelas, sementara tidak ada orang yang memakai masker.

Produser acara Sam Newson mengatakan acara perdana ini 'penting' setelah industri ini 'dihancurkan' selama setahun terakhir.

“Selama 12 bulan terakhir, ini telah menjadi bencana. Orang-orang telah pindah, saya punya kolega yang kehilangan rumah, itu sangat sulit dan karenanya untuk mencoba dan menjalankannya kembali adalah sangat penting," papar dia.

Dia menambahkan, “Saya berdiri di atas panggung sejak awal dan mata saya berkaca-kaca, saya tidak akan berbohong, itu sangat emosional. Setiap acara istimewa, tetapi dengan sejumlah kerja keras yang telah dilakukan dan menjadi yang pertama di negara ini dalam lebih dari 12 bulan, itu sangat istimewa."

Selain dites negatif untuk Covid, para clubber harus tinggal di Liverpool dan terdaftar di GP lokal sehingga setiap wabah dapat dipantau.

Para ilmuwan telah mendirikan tenda di samping tempat tersebut untuk mempelajari apakah kerumunan orang yang bercampur dan menari di dalam ruangan meningkatkan risiko penularan virus.

Kualitas dan pergerakan udara juga dipantau sebagai bagian dari studi yang dipimpin Universitas Loughborough untuk membuat panduan yang jelas tentang cara merancang dan mengoperasikan bangunan non-domestik untuk meminimalkan risiko.

Hasilnya akan dimasukkan ke dalam peta jalan lockdown pemerintah dan membantu menentukan bagaimana klub malam akan diizinkan untuk dibuka kembali.

Saat ini semua pembatasan di klub malam diatur untuk dilonggarkan setelah 21 Juni. Salah satu yang hadir, Aodghan Fegan, 21, mengatakan, "Saya harap semuanya berjalan dengan baik dan berharap tingkat COVID-19 tetap rendah sehingga ada lebih banyak acara seperti ini."

Dalam antrian untuk mengikuti acara tersebut, Leah Lawless, 18, mengatakan dia dan teman-temannya telah menunggu untuk kembali ke klub selama sekitar satu tahun.

“Kami sangat tertarik. Itu sulit, membosankan, sedikit menyedihkan, menyedihkan dan bukan yang terbaik,” ujar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved