Balas Dendam, Rusia Blacklist 8 Pejabat Uni Eropa

Sabtu, 01 Mei 2021 - 00:48 WIB
loading...
A A A
Sanksi Uni Eropa menargetkan pejabat Rusia yang terlibat dalam pemenjaraan Navalny, lawan dan kritikus Presiden Rusia Vladimir Putin yang paling gigih. Navalny ditangkap pada Januari lalu sekembalinya dari Jerman di mana dia menghabiskan waktu selama lima bulan untuk memulihkan diri dari keracunan zat saraf yang dia tuding dilakukan Kremlin - tuduhan yang ditolak pejabat Rusia. Laboratorium Eropa telah mengkonfirmasi bahwa Navalny diracuni.

Pada bulan Februari, Navalny dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara atas tuduhan melanggar ketentuan penangguhan hukuman saat dia berada di Jerman. Hukuman itu berasal dari dakwaan penggelapan tahun 2014 yang ditolak Navalny karena didorong secara politik.

Rusia telah menolak kritik Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa terhadap pemenjaraan Navalny dan tindakan keras Rusia terhadap aksi protes yang menuntut pembebasannya karena dianggap mencampuri urusan dalam negerinya.

Baca juga: Rusia Masukan Jaringan Alexei Navalny ke Daftar Teroris

Ketegangan terkait Navalny semakin memperburuk hubungan Rusia dengan Barat, yang jatuh ke posisi terendah pasca-Perang Dingin setelah aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Crimea di Ukraina pada 2014. Hubungan itu semakin tegang karena tuduhan campur tangan Moskow dalam pemilu dan serangan peretasan oleh AS dan Uni Eropa.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved