Ahli Tuding India Berbohong Soal Jumlah Kematian Akibat COVID-19

Jum'at, 30 April 2021 - 03:40 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Soal Eksodus WN India ke Indonesia, Ini Kata Pihak Kedubes

"Ini kriminal," kata Dr. Harjit Singh Bhatti, presiden Forum Progressive Medicos dan Ilmuwan.

"Pemerintah berbohong tentang kematian pekerja kesehatan terlebih dahulu, dan sekarang mereka berbohong tentang kematian warga negara biasa," imbuhnya.

Di India, data mortalitas buruk bahkan sebelum pandemi, dengan kebanyakan orang sekarat di rumah dan kematian mereka sering tidak terdaftar. Praktik ini sangat lazim di daerah pedesaan, di mana virus Corona baru menyebar dengan cepat.

Ini sebabnya mengapa bangsa dengan populasi hampir 1,4 miliar itu mencatat lebih sedikit kematian daripada Brasil dan Meksiko, yang memiliki populasi yang lebih kecil dan lebih sedikit kasus COVID-19.

Media lokal telah melaporkan perbedaan antara penghitungan resmi kematian oleh negara dan jumlah sebenarnya di krematorium dan tempat pemakaman. Banyak krematorium tumpah ke tempat parkir dan ruang kosong lainnya, karena pembakaran kayu bakar yang menyala-nyala menerangi langit malam.

Jitender Singh Shunty menjalankan layanan ambulans di New Delhi mengangkut jenazah korban COVID-19 ke krematorium sementara di tempat parkir. Dia mengatakan mereka yang meninggal di rumah umumnya tidak ditemukan dalam penghitungan negara bagian, sementara jumlah jenazah meningkat dari 10 menjadi hampir 50 setiap hari.

Baca juga: Tsunami COVID-19 Menggila, AS Minta Warganya Tinggalkan India

"Ketika saya pulang, pakaian saya berbau daging gosong. Saya belum pernah melihat begitu banyak mayat seumur hidup saya," kata Shunty.

Tanah kuburan juga terisi dengan cepat. Kuburan Muslim terbesar di ibu kota kehabisan ruang, kata Mohammad Shameem, penggali kubur kepala, mencatat dia sekarang mengubur hampir 40 mayat sehari.

Tahun lalu, pemerintah India menggunakan angka kematian dan jumlah kasus yang rendah untuk menyatakan kemenangan melawan virus Corona baru. Pada Oktober, sebulan setelah kasus mulai surut, Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada negara-negara kaya. Pada bulan Januari, dia mengatakan di Forum Ekonomi Dunia bahwa kesuksesan India tidak ada bandingannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved