Oposisi Myanmar kepada ASEAN: Tidak Ada Dialog Sampai Tapol Dibebaskan
Rabu, 28 April 2021 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Protes pro-demokrasi telah terjadi di kota-kota besar dan kecil di seluruh Myanmar sejak kudeta. Militer pun menindak aksi protes dengan kekuatan mematikan terhadap para pengunjuk rasa, menewaskan lebih dari 750 orang, kata sebuah kelompok aktivis. Reuters tidak dapat mengkonfirmasi korban karena junta telah mengekang kebebasan media dan jurnalis termasuk di antara banyak orang yang telah ditahan.
Khawatir dengan gejolak di salah satu anggotanya, ASEAN mengadakan pertemuan pada hari Sabtu di Jakarta akhir pekan lalu dengan pemimpin junta dalam upaya untuk mendesaknya agar mengakhiri krisis.
ASEAN tidak mengundang perwakilan dari pemerintahan yang digulingkan.
Para pemimpin ASEAN mengatakan setelah pertemuan itu mereka telah mencapai "konsensus lima poin" tentang langkah-langkah untuk mengakhiri kekerasan dan mempromosikan dialog antara pihak-pihak yang bersaing di Myanmar.
Baca juga: Pemerintah Persatuan Sambut Konsensus ASEAN Soal Myanmar
Tetapi junta kemudian mengatakan akan memberikan pertimbangan yang hati-hati terhadap saran-saran ASEAN, termasuk menunjuk seorang utusan untuk mengunjungi Myanmar, ketika situasi kembali stabil dan dengan syarat bahwa rekomendasi ASEAN memfasilitasi peta jalan (road map) junta sendiri dan melayani kepentingan negara.
Aktivis sebelumnya mengkritik rencana itu, mengatakan itu membantu melegitimasi junta dan jauh dari tuntutan mereka.
Khawatir dengan gejolak di salah satu anggotanya, ASEAN mengadakan pertemuan pada hari Sabtu di Jakarta akhir pekan lalu dengan pemimpin junta dalam upaya untuk mendesaknya agar mengakhiri krisis.
ASEAN tidak mengundang perwakilan dari pemerintahan yang digulingkan.
Para pemimpin ASEAN mengatakan setelah pertemuan itu mereka telah mencapai "konsensus lima poin" tentang langkah-langkah untuk mengakhiri kekerasan dan mempromosikan dialog antara pihak-pihak yang bersaing di Myanmar.
Baca juga: Pemerintah Persatuan Sambut Konsensus ASEAN Soal Myanmar
Tetapi junta kemudian mengatakan akan memberikan pertimbangan yang hati-hati terhadap saran-saran ASEAN, termasuk menunjuk seorang utusan untuk mengunjungi Myanmar, ketika situasi kembali stabil dan dengan syarat bahwa rekomendasi ASEAN memfasilitasi peta jalan (road map) junta sendiri dan melayani kepentingan negara.
Aktivis sebelumnya mengkritik rencana itu, mengatakan itu membantu melegitimasi junta dan jauh dari tuntutan mereka.
Lihat Juga :