Mengerikan, 115 Orang Meninggal Setiap Jam Akibat COVID-19 di India

Rabu, 28 April 2021 - 10:27 WIB
loading...
Mengerikan, 115 Orang...
India lakukan krematroium massal saat tsunami COVID-19 tewaskan 115 orang setiap jam. Foto/Metro.co.uk
A A A
NEW DELHI - Asap dari lusinan kebakaran kecil terlihat mengepul dari krematorium darurat di Ibu Kota India , New Delhi. Masing-masing mewakili kematian baru dalam krisis COVID-19 di negara itu.

Dengan banyaknya pusat krematorium yang kewalahan, fasilitas sementara harus disiapkan untuk membakar ratusan korban virus Corona baru yang saat ini sekarat tiap hari di negara yang sedang berjuang itu.

"Orang-orang sekarat, sekarat dan sekarat," kata Jitender Singh Shanty, yang mengoordinasikan kremasi sekitar 100 jenazah sehari di situs yang berada di timur kota.

"Jika kami mendapatkan lebih banyak jenazah maka kami akan dikremasi di jalan. Tidak ada tempat lagi di sini," ungakapnya seperti dikutip dari Metro.co.uk, Rabu (28/4/2021).

Gambar menunjukkan asap mengepul dari puluhan tumpukan kayu yang menyala di dalam tempat parkir yang telah diubah menjadi krematorium sementara. Api yang terang benderang menyala sepanjang hari dan hingga malam, menerangi langit yang gelap.

Baca juga: Ironi India, dari Pahlawan Berubah Jadi 'Neraka' COVID-19

Namun krematorium kali ini berbeda. Tidak ada upacara dan ritual lengkap yang diyakini umat Hindu India untuk melepaskan jiwa dari siklur kelahiran kembali.

"Virus itu menelan penduduk kota kami seperti monster," kata Mamtesh Sharma, seorang pejabat di krematorium Bhadbhada Vishram Ghat di Bhopal.

"Kami hanya membakar mayat saat mereka tiba. Seolah-olah kita berada di tengah perang," imbuhnya.

India mencatat lebih dari 320.000 kasus baru infeksi virus Corona baru pada hari Selasa sehingga total menjadi 17,6 juta. Ini jumlah korban tertinggi dari negara mana pun selain Amerika Serikat (AS).

Kementerian Kesehatan India juga melaporkan 2.771 kematian lainnya dalam 24 jam, dengan sekitar 115 orang India meninggal karena penyakit itu setiap jamnya.

Baca juga: Tsunami COVID-19 di India: Beredar Video Jenazah Pasien Jatuh dari Ambulans

Total kasus yang tercatat pada hari Selasa kemarin mengakhiri rekor lima hari berturut-turut di India yang mencatat peningkatan satu hari terbesar di negara mana pun selama pandemi. Tetapi penurunan tersebut kemungkinan mencerminkan pengujian akhir pekan yang lebih rendah daripada mengurangi penyebaran virus.

Sementara itu, pengiriman pertama bantuan luar negeri telah mulai berdatangan di negara yang sedang berjuang tersebut, termasuk 100 ventilator dan 95 konsentrator oksigen yang dikirim oleh Inggris.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi pada hari Selasa men-tweet foto dari pengiriman pertama bantuan medis yang diterima India.

Negara lain termasuk AS, Jerman, Israel, Prancis, dan Pakistan juga telah menjanjikan bantuan medis ke India.

Negara-negara tersebut telah mengatakan bahwa mereka akan memasok oksigen, tes diagnostik, perawatan, ventilator dan alat pelindung untuk membantu India pada saat krisis yang oleh kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Senin disebut 'melampaui memilukan'.

Baca juga: Potret 'Tsunami' COVID India: Anak Buang Ibunya di Jalan karena Positif COVID

Lonjakan itu, yang dipicu oleh varian baru virus Corona baru, telah merusak klaim kemenangan pemerintah India yang terlalu dini atas pandemi.

Negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang ini menghadapi kekurangan ruang kronis di bangsal perawatan intensifnya.

Rumah sakit mengalami kekurangan oksigen dan pihak berwenang mulai merawat orang-orang di gerbong kereta karena kurangnya tempat tidur.

India juga telah mulai mengangkut tangki oksigen ke negara bagian yang membutuhkan dengan menggunakan kapal. Kereta api khusus dengan suplai oksigen juga beroperasi di negara ini.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan mengirim hingga 60 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca ke luar negeri, dengan India kemungkinan menjadi salah satu tujuan utamanya.

Baca juga: Pemerintah Pusat India Tak Akan Impor Vaksin, Serahkan ke Negara Bagian

Namun, banyak negara juga berusaha menutup perbatasan dengan pelancong dari India, karena takut dengan varian baru virus COVID-19 yang tampaknya menjadi salah satu pendorong lonjakan kasus di negara itu.

Australia pada Selasa menjadi negara terbaru yang menghentikan semua perjalanan udara penumpang dengan India, menangguhkan penerbangan hingga setidaknya 15 Mei.

Di antara warga Australia yang masih berada di negara itu adalah sejumlah pemain kriket terkenal yang bermain di Liga Premier India yang menguntungkan, yang telah menarik kritik karena terus berlanjut selama krisis.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved