Bersitegang dengan AS, China Sahkan UU Anti Spionase Baru

Selasa, 27 April 2021 - 13:23 WIB
loading...
A A A
Secara terpisah surat kabar Global Times, mengutip seorang anggota staf tak dikenal yang bertanggung jawab atas urusan luar negeri di kantor pusat BUMN pusat di Beijing, melaporkan badan usaha milik China telah meningkatkan pengawasan kontraintelijen pada personel yang bepergian ke luar negeri setidaknya sejak 2019, surat kabar Global Times melaporkan secara terpisah pada Senin.

“Staf yang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, seperti negara-negara aliansi Five Eyes - AS, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru - telah diberitahu untuk secara ketat melaporkan tujuan perjalanan, agenda, dan pertemuan mereka dengan personel asing, dan mereka harus mendapatkan persetujuan dari atasan langsung mereka sebelum aplikasi ditinjau oleh kantor pusat," kata orang tersebut sebagaimana dikutip.

Baca juga: Komando Strategis AS: Reaktor China Akan Hasilkan Plutonium Tingkat Senjata

Staf itu mengungkapkan perusahaan tersebut juga telah memperkuat pendidikan anti-mata-mata sebelum keberangkatan melalui seminar dan film pendek, di mana kasus-kasus pekerjaan intelijen asing diperlihatkan. Perusahaan telah mewajibkan staf yang terlibat dalam bidang sensitif atau mereka yang memegang file penting untuk meninggalkan perangkat mereka seperti ponsel, laptop, dan drive USB di rumah sebelum pergi ke luar negeri.

"Untuk kunjungan ke negara-negara yang telah dikategorikan berisiko tinggi dalam hal kegiatan mata-mata, kami akan mengevaluasi jika perjalanan itu diperlukan dan akan menyarankan agar tidak pergi jika tidak penting," kata anggota staf tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved