Ruqyah dan Pemerkosaan 'Korektif', Terapi Konversi LGBT yang Kontroversial di Indonesia

Senin, 26 April 2021 - 15:44 WIB
loading...
A A A
Para aktivis mengatakan homoseksualitas tidak ilegal di Indonesia, tetapi retorika anti-LGBT dan penganiayaan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh kebangkitan fundamentalisme agama di negara ini.

Andreas Harsono dari Human Rights Watch (HRW) Indonesia mengatakan "menjijikkan" bahwa pemerkosaan ditawarkan sebagai layanan "atas nama terapi agama".

“Ini hanyalah penipuan. Saya harap tidak ada yang terbuai olehnya. Polisi harus menyelidiki kelompok ini," katanya, seperti dikutip dari South China Morning Post, Senin (26/4/2021).

"Kami telah mendokumentasikan bagaimana pernyataan pejabat yang bias dan tidak benar tentang lesbian, gay, biseksual, dan transgender [LGBT] memberikan sanksi sosial atas pelecehan dan kekerasan terhadap LGBT Indonesia, dan bahkan ancaman pembunuhan oleh militan Islamis.”

Harsono mengatakan, tidak membantu lembaga negara seperti Komisi Penyiaran Nasional dan Komisi Perlindungan Anak Nasional mengeluarkan arahan sensor yang melarang informasi dan siaran yang menggambarkan kehidupan orang LGBT secara normal.

“Kombinasi retorika diskriminatif dan keputusan kebijakan tersebut telah merugikan keamanan fisik dan hak kebebasan berekspresi kelompok LGBT di seluruh Indonesia,” imbuh dia.

Pelangi Nusantara, sebuah organisasi hak-hak LGBT Indonesia, mengatakan dalam sebuah pernyataan anggotanya “sangat marah dan kecewa karena praktik-praktik yang tidak manusiawi [seperti 'terapi seks'] dijajakan sebagai obat untuk homoseksualitas”.

“Bisnis lokal ini diberikan kebebasan untuk beroperasi di Indonesia sementara otoritas sipil dan pemimpin agama menutup mata terhadap betapa ekstremnya penganiayaan seperti itu,” katanya.

Christine, transpuan di Bekasi, mengatakan bahwa meskipun situs "Terapi Konversi" mungkin telah ditutup, terapi konversi masih banyak dilakukan di Indonesia—terutama di daerah-daerah yang secara agama konservatif.

Baca juga: Bos Pentagon: Gugurnya 53 Awak Kapal Selam Nanggala-402 RI Tragis

Dia mengatakan pendidikan anggota keluarga dan komunitas LGBT Indonesia adalah kunci, jika orang lain ingin terhindar dari pengalaman traumatis yang harus dia tanggung.

“Saya berharap lebih banyak orang akan mendukung terapi konversi dan mendidik keluarga orang LGBT tentang keragaman gender. Otoritas juga perlu dididik karena mereka masih menganggap orang dengan penis harus bersikap seperti laki-laki," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Israel Gugat New York...
Israel Gugat New York Times karena Ungkap Tentara Zionis Perkosa Tahanan Palestina Secara Brutal
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Israel akan Gelar Acara...
Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved