Prancis Akan Mengakui Negara Palestina pada Juni
Kamis, 10 April 2025 - 07:07 WIB
loading...
Presiden Emmnuel Macron menyatakan Prancis akan mengakui Negara Palestina pada Juni mendatang. Foto/New York Times/Ludovic Marin
A
A
A
PARIS - Prancis berencana untuk mengakui Negara Palestina pada Juni mendatang selama konferensi internasional yang diketuai bersama dengan Arab Saudi.
Itu disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu.
"Kita harus bergerak menuju pengakuan, dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang," kata Macron dalam sebuah wawancara yang disiarkan di France 5.
Baca Juga: Ironis, Pasukan Otoritas Palestina Tangkapi Demonstran Solidaritas Gaza di Tepi Barat
Dia mengatakan konferensi yang direncanakan mengenai implementasi solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, yang diharapkan berlangsung di New York, dapat menandai titik balik.
"Tujuan kami adalah untuk memimpin konferensi ini (mengenai Palestina) dengan Arab Saudi sekitar bulan Juni, di mana kita dapat menyelesaikan gerakan pengakuan bersama ini oleh beberapa pihak," katanya.
Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya seruan internasional untuk resolusi politik atas konflik di Gaza, di mana Israel telah menewaskan lebih dari 50.000 orang sejak Oktober 2023, dan perselisihan Israel-Palestina yang lebih luas.
Itu disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu.
"Kita harus bergerak menuju pengakuan, dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang," kata Macron dalam sebuah wawancara yang disiarkan di France 5.
Baca Juga: Ironis, Pasukan Otoritas Palestina Tangkapi Demonstran Solidaritas Gaza di Tepi Barat
Dia mengatakan konferensi yang direncanakan mengenai implementasi solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, yang diharapkan berlangsung di New York, dapat menandai titik balik.
"Tujuan kami adalah untuk memimpin konferensi ini (mengenai Palestina) dengan Arab Saudi sekitar bulan Juni, di mana kita dapat menyelesaikan gerakan pengakuan bersama ini oleh beberapa pihak," katanya.
Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya seruan internasional untuk resolusi politik atas konflik di Gaza, di mana Israel telah menewaskan lebih dari 50.000 orang sejak Oktober 2023, dan perselisihan Israel-Palestina yang lebih luas.
Lihat Juga :