Wakil Komandan Pasukan Quds Iran Hejazi Meninggal Serangan Jantung

loading...
Wakil Komandan Pasukan Quds Iran Hejazi Meninggal Serangan Jantung
Wakil komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran, Brigadir Jenderal Muhammad Hussein-Zada Hejazi, meninggal. Foto/Al Arabiya
TEHERAN - Wakil komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran , Brigadir Jenderal Muhammad Hussein-Zada Hejazi, telah meninggal karena serangan jantung. Sosoknya dianggap Israel sebagai orang yang bertanggung jawab dalamproduksirudal presisi untuk Hizbullah Lebanon.

Meninggalnya Hejazi, 65, disiarkan media Iran pada hari Minggu (18/4/2021). Dia bekerja langsung di bawah Mayor Jenderal Qassem Soleimani sampai komandan Pasukan Quds itu tewas dalam serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) di Baghdad tahun lalu.

Baca juga: 18 Diplomatnya Diusir, Rusia Balas Usir 20 Diplomat Ceko

Pasukan Quds adalah pasukan elite dan berpengaruh dari IRGC yang melakukan operasi di luar negeri. Hejazi membantu memimpin pasukan ekspedisinya dan sering bolak-balik antara Irak, Lebanon, dan Suriah.

Lahir pada tahun 1956 di kota Isfahan, Hejazi bergabung dengan IRGC setelah Revolusi Islam 1979 dan memimpin korps sukarelawan paramiliter Basij selama satu dekade.



Hejazi mengambil posisi wakil komandan Pasukan Quds pada bulan April tahun lalu setelah pembunuhan yang ditargetkan terhadap Soleimani pada Januari 2020. Dia telah memimpin pasukan paramiliter IRGC di Lebanon, di mana media Iran melaporkan bahwa dia bergabung dalam pertempuran melawan ISIS di Irak dan Suriah.

Dia, di masa lalu, diidentifikasi oleh laporan media Israel sebagai salah satu tersangka perencana pemboman mematikan tahun 1994 di pusat Yahudi AMIA di Buenos Aires, yang menewaskan 85 orang.

Pada Agustus 2019, Israel mengambil langkah langka dengan menyebut pejabat Iran tersebut dan Hizbullah bertanggung jawab atas pembuatan rudal di Lebanon, dan itu dipandang sebagai ancaman diam-diam. Pada saat itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pengungkapan detail program itu dimaksudkan untuk mengirim sinyal kepada musuh Israel.

“Kami tidak akan berdiri di samping dan membiarkan musuh kami mendapatkan senjata mematikan untuk digunakan melawan kami. Minggu ini, saya sudah memberi tahu musuh kita untuk berhati-hati dengan tindakan mereka. Sekarang saya memberi tahu mereka: Dir balak," kata Netanyahu, menggunakan frasa Arab yang berarti, "Awas".

Kematian Hejazi merupakan pukulan lain bagi IRGC dalam seminggu, setelah ledakan di pembangkit nuklir Natanz yang dituduhkan pada Israel.



Sebuah bom pada awal 11 April meledakkan catu daya utama dan cadangan ke fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Natanz. Itu menyebabkan kerusakan pada berbagai jenis 6.000 sentrifugal di sana dan mengatur kembali pengayaan selama enam hingga sembilan bulan.

Baca juga: Makhluk Campuran Manusia-Monyet Ciptaan Ilmuwan AS Dibiarkan Hidup 20 Hari

Menanggapi serangan itu, yang dikaitkan dengan Israel, Iran mengumumkan telah mulai memperkaya sejumlah kecil uranium hingga kemurnian 60 persen di situs tersebut. Itu merupakan pengayaan uranium tingkat tertinggi yang pernah ada, dan langkah singkat dari level senjata.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top