Jika Tidak Segera Diselesaikan, Myanmar Bisa Jadi Suriah Baru

loading...
Jika Tidak Segera Diselesaikan, Myanmar Bisa Jadi Suriah Baru
Ilustrasi
YANGON - Dewan HAM PBB memperingatkan tentang kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan di Myanmar . Badan itu juga mengatakan, Myanmar tampaknya akan menuju konflik besar seperti yang melanda Suriah.

Badan yang berbasis di Jenewa itu mendesak negara-negara lain untuk mengambil tindakan segera dan tegas untuk mendorong para pemimpin militer di belakang kudeta 1 Februari di Myanmar untuk menghentikan kampanye penindasan dan pembantaian rakyatnya.

Baca: Thailand Sebut Pemimpin Junta Myanmar akan Hadiri KTT ASEAN di Jakarta

"Saya khawatir situasi di Myanmar sedang menuju konflik besar-besaran," kata Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi HAM PBB, seperti dilansir Channel News Asia.

"Negara tidak boleh membiarkan kesalahan mematikan di masa lalu di Suriah dan di tempat lain terulang kembali," sambungnya.



Myanmar berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak militer merebut kekuasaan dari Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Tindakan keras junta terhadap para demonstran telah menyebabkan lebih dari 700 orang tewas, termasuk 50 anak.

Sementara itu, kelompok etnis bersenjata telah meningkatkan serangan terhadap militer dan polisi dalam beberapa pekan terakhir, meningkatkan kekhawatiran Myanmar yang berkembang menjadi konflik sipil yang lebih luas. Militer membalas dengan serangan udara yang dilaporkan telah membuat ribuan warga sipil mengungsi.

Baca: Penentang Kudeta Myanmar Umumkan Pemerintahan Persatuan Nasional

"Militer tampaknya bermaksud untuk meningkatkan kebijakan kekerasannya yang kejam terhadap rakyat Myanmar, menggunakan persenjataan kelas militer dan tanpa pandang bulu," kata Bachelet.

"Ada gema yang jelas tentang Suriah pada 2011," dia memperingatkan, merujuk pada dimulainya perang saudara yang selama dekade terakhir telah menewaskan hampir 400 ribu orang dan memaksa lebih dari enam juta orang meninggalkan negara itu.



Bachelet menyebut, di Myanmar, dia juga melihat protes damai bertemu dengan kekuatan yang tidak perlu dan jelas tidak proporsional.

"Represi negara yang brutal dan terus-menerus terhadap rakyatnya sendiri menyebabkan beberapa individu mengangkat senjata, diikuti oleh spiral kekerasan yang menurun dan meluas dengan cepat di seluruh negeri," ungkapnya.

Baca: Lebih 700 Orang Tewas di Myanmar, PKS Desak Digelarnya KTT ASEAN
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top