Umat Muslim Italia Lalui Ramadhan di Bawah Pembatasan Ketat

loading...
Umat Muslim Italia Lalui Ramadhan di Bawah Pembatasan Ketat
Ilustrasi
ROMA - Sekitar 2,5 juta umat Muslim di Italia akan menghabiskan Ramadhan kedua mereka di bawah pembatasan untuk membatasi penyebaran Covid-19. Hingga kini, Italia masih menerapkan jam malam, larangan berkumpul dalam jumlah besar, dan pembatasan lainnya. Langkah ini diambil untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Persatuan Komunitas Islam di Italia (Ucooi) telah menginstruksikan masjid dan tempat ibadah di negara itu untuk memastikan bahwa semua aturan terkait virus Corona, sepenuhnya harus dihormati.

Baca: Turki Tak Terima Perdana Menteri Italia Sebut Erdogan Diktator

“Kami mengimbau untuk menghindari keramaian di pintu masuk dan keluar tempat ibadah, menyediakan masker dan gel desinfektan kepada umat, serta tidak membawa anak-anak. Kami juga meminta semua orang untuk membawa sajadah mereka sendiri,” kata Presiden Ucooi, Yassine Lafram.

“Kami akan sangat merindukan dimensi sosial Ramadhan, karena tidak akan ada kunjungan ke keluarga dan khotbah serta pelajaran hanya akan berlangsung secara online. Kami telah beradaptasi dengan situasi saat ini," sambungnya, seperti dilansir Arab News.



Namun, beberapa Muslim mengatakan, Ramadhan tahun ini akan dirayakan lebih baik daripada tahun 2020, ketika semua tempat ibadah ditutup karena penguncian nasional.

Baca: Bertaraf Internasional, Kompetisi Gebyar Ramadhan Uhamka Diikuti 900 Peserta

“Setidaknya tahun ini kami bisa pergi ke masjid untuk sholat, tentunya dengan segala kewaspadaan yang mungkin agar tidak mengambil resiko. Itu langkah maju yang cukup besar dibandingkan dengan tahun lalu, ketika kami tidak dapat meninggalkan rumah kami,” kata Sana El-Gosairi.

"Kami akan sangat berhati-hati. Kami tidak dapat mengambil resiko apa pun sekarang, karena kami dapat melihat cahaya di ujung terowongan dengan vaksin," sambungnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top