Mengapa Kashmir Jadi Pusat Ketegangan antara India dan Pakistan?

Kamis, 24 April 2025 - 15:15 WIB
loading...
Mengapa Kashmir Jadi...
Aparat India berdiri di dekat tembok dengan tulisan Kami Ingin Kebebasan di Kashmir. Foto/the observer
A A A
KASHMIR - Kashmir telah menjadi pusat ketegangan antara India dan Pakistan sejak 1947, saat kedua negara merdeka dari Inggris.

Wilayah ini menjadi sengketa karena faktor sejarah, agama, geopolitik, dan keamanan nasional. Berikut penjelasan mendalam mengenai konflik ini:

1. Latar Belakang Sejarah


Saat India dan Pakistan merdeka pada 1947, kerajaan-kerajaan di bawah kekuasaan Inggris diberi pilihan untuk bergabung dengan salah satu negara atau tetap merdeka.

Maharaja Hari Singh, penguasa Jammu dan Kashmir yang beragama Hindu, memilih tetap independen meskipun mayoritas penduduknya Muslim.

Namun, invasi oleh suku-suku dari Pakistan mendorong Hari Singh menandatangani Instrument of Accession dengan India, yang menyebabkan pengiriman pasukan India ke wilayah tersebut.

Hal ini memicu Perang India-Pakistan pertama pada 1947-1948.

Setelah perang berakhir, wilayah Kashmir terbagi: dua pertiga dikuasai India (Jammu dan Kashmir), sepertiga oleh Pakistan (Azad Kashmir dan Gilgit-Baltistan), dan sebagian kecil oleh China (Aksai Chin).

Resolusi PBB tahun 1948 menyerukan referendum untuk menentukan masa depan Kashmir, namun hingga kini belum terlaksana.

2. Perang dan Ketegangan Militer


India dan Pakistan telah terlibat dalam beberapa konflik besar terkait Kashmir.

Perang 1965: Pakistan mencoba memicu pemberontakan di Kashmir India, namun gagal dan berakhir dengan gencatan senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
YouTuber India Ditangkap,...
YouTuber India Ditangkap, Dituding Jadi Agen Intelijen Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved