Rouhani: Jika Mau, Iran Bisa Memperkaya Uranium Hingga 90 Persen

Kamis, 15 April 2021 - 23:39 WIB
loading...
Rouhani: Jika Mau, Iran...
Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim Iran bisa memperkaya uranium hingga 90 persen. Foto/BBC
A A A
TEHERAN - Presiden Hassan Rouhani mengatakan pengayaan uranium tingkat senjata nuklir berada dalam jangkauan Iran , tetapi Iran memilih untuk tetap berpegang teguh pada tingkat kemurnian yang lebih rendah karena tidak ingin membuat bom.

Hal itu diungkapkan Rouhani ketika pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 terus berlanjut. Rouhani mencoba menepis kekhawatiran Amerika Serikat (AS) dan Eropa tentang Iran yang bergerak menuju uranium tingkat senjata.

Iran minggu ini mengumumkan akan mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 60% setelah melaporkan dugaan sabotase Israel di fasilitas nuklir Natanz .

Baca juga: Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%

Rouhanijuga mengatakan Teheran akan melanjutkan komitmen di bawah kesepakatan, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), begitu pihak-pihak penandatangan Barat menjunjung tinggi sisi tawar-menawar.

“Kami bisa melakukan (pengayaan) 60% sebelumnya. Hari ini kita bisa melakukan pengayaan 90% kalau mau, tapi kita tidak mencari bom nuklir,” ujarnya saat peresmian proyek petrokimia.

"Setiap kali Anda kembali ke komitmen JCPOA, kami akan segera kembali ke kewajiban kami dan pengayaan kami tidak akan di atas 3,67% seperti yang diizinkan oleh JCPOA," tambahnya, menurut kantor berita Mehr, yang dinukil Russia Today, Kamis (15/4/2021).

Prancis, Inggris dan Jerman telah menyatakan "keprihatinan" atas rencana Iran untuk mencapai pengayaan 60% dan memasang 1.000 sentrifugal nuklir tambahan di Natanz.

Baca juga: Menlu Iran: Sanksi dan Sabotase Tak Akan Paksa Kami Bernegosiasi

Trio 'E3' menandatangani JCPOA pada 2015, bersama dengan Rusia, China, Iran, Uni Eropa dan AS, sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan sepihak Amerika dari kesepakatan itu pada 2018.

Penandatangan kesepakatan lainnya sedang menengahi pembicaraan tidak langsung untuk kebangkitan perjanjian antara Iran dan AS di Wina, Austria dengan diskusi dilanjutkan pada hari Kamis.

Menurut Reuters, para pihak telah setuju untuk mencoba dan menyusun daftar sanksi AS yang dapat dicabut bersama dengan komitmen nuklir yang dapat dipatuhi kembali oleh Iran. Washington sebelumnya menuntut Iran untuk menegakkan komitmennya di bawah kesepakatan nuklir sebelum memberikan keringanan sanksi.

Di bawah JCPOA, Iran tidak diizinkan untuk memperkaya uranium dengan kemurnian lebih tinggi dari 3,67%, sementara ada juga batasan pada sentrifugal yang dapat digunakan dan jumlah uranium yang dapat ditimbun.

Baca juga: Produksi Uranium Hingga 60%, Iran Sebut Sebagai Balas Dendam ke Israel

Negara itu mulai melanggar komitmen JCPOA setelah Trump mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan itu dan memberlakukan kampanye sanksi "tekanan maksimum" terhadap Teheran.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Haiti vs Skotlandia,...
Haiti vs Skotlandia, John McGinn Bawa Dark Blues unggul di Babak Pertama
FIFA Minta Timnas Mesir...
FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey Jelang Lawan Belgia
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
Siap-siap, Nunggak Bayar...
Siap-siap, Nunggak Bayar Pajak Tak Bisa Urus SIM hingga Paspor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved