Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%

loading...
Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%
Fasilitas nuklir Natanz terlihat dalam citra satelit Maxar Technologies yang diambil pekan lalu dan diperoleh Reuters pada 12 April 2021. Foto/2021 Maxar Technologies/REUTERS
TEHERAN - Iran menegaskan akan mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 60%, sehari setelah Teheran menuduh Israel menyabotase fasilitas nuklirnya.

Langkah Iran ini akan membawa bahan fisil mendekati kemurnian 90% yang cocok untuk membuat senjata nuklir.

Pengumuman ini muncul sebelum dimulainya kembali pembicaraan di Wina yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia.

Baca juga: Menlu Iran: Israel Berjudi dengan Buruk Menyabotase Natanz

Kesepakatan itu ditentang keras Israel, setelah mantan Presiden AS Donald Trump membawa AS keluar dari kesepakatan itu tiga tahun lalu.



Baca juga: Mossad: Iran Pakai Akun Medsos Wanita Cantik untuk Pikat Orang Israel

Saat mengumumkan pengayaan uranium 60%, kepala perundingan nuklir Iran Abbas Araqchi juga mengatakan Teheran akan memasang lebih dari 1.000 mesin sentrifugal di Natanz.

Baca juga: Israel Hadapi Ancaman Berbahaya dari Drone, Kelemahannya Terkuak

Natanz merupakan fasilitas nuklir yang mengalami ledakan pada Minggu yang disebut Teheran sebagai tindakan sabotase Israel.

“Mulai malam ini, persiapan praktis untuk pengayaan 60% akan dimulai di Natanz, 60% uranium itu digunakan untuk membuat berbagai radiofarmasi,” papar laporan kantor berita semi-resmi Fars mengutip juru bicara Badan Nuklir Iran Behrouz Kamalvandi.



“Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB, telah diberitahu tentang keputusan tersebut,” papar negosiator utama Iran kepada Press TV dari Wina.

Seorang juru bicara IAEA mengatakan kepada Reuters, “Kami telah melihat laporan media yang Anda maksud. Kami tidak memiliki komentar untuk saat ini."

Pekan lalu, Iran dan kekuatan global mengadakan apa yang mereka gambarkan sebagai pembicaraan "konstruktif" untuk menyelamatkan kesepakatan 2015.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top