Menlu Iran: Sanksi dan Sabotase Tak Akan Paksa Kami Bernegosiasi

loading...
Menlu Iran: Sanksi dan Sabotase Tak Akan Paksa Kami Bernegosiasi
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Foto/Anadolu
TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan sanksi dan upaya sabotase tidak akan menciptakan peluang negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) mengenai kesepakatan nuklir, tapi membuat masalah jadi lebih rumit.

“Pernyataan itu muncul dalam pertemuan antara Zarif dan Menlu Rusia Sergey Lavrov di ibu kota Teheran, kemarin, sebagai tanggapan atas serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz,” ungkap laporan televisi pemerintah Iran.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas masalah regional dan internasional, termasuk perjanjian kerja sama jangka panjang antara Teheran dan Moskow, kesepakatan nuklir, dan sanksi yang diberlakukan terhadap Teheran.

Baca juga: Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%

"Amerika Serikat harus tahu bahwa sanksi dan tindakan sabotase tidak akan memberikan kesempatan untuk negosiasi. Tindakan ini hanya akan memperumit masalah bagi mereka," ungkap Zarif.



Baca juga: Kapal Milik Perusahaan Israel Diserang di Lepas Pantai UEA

Dia menyatakan fasilitas nuklir Natanz akan segera menggunakan sentrifugal yang lebih canggih daripada yang rusak dalam serangan akhir pekan ini.

Baca juga: Sejumlah Media Iran Klaim Markas Mossad di Irak Diserang

“Dengan melancarkan serangan itu, Tel Aviv berpikir bahwa itu akan melemahkan posisi Iran dalam negosiasi nuklir. Serangan itu akan membuat Iran semakin kuat,” tutur Zarif.

Menlu Iran juga memperbarui seruannya kepada pemerintah AS untuk mencabut sanksi sepihak yang diterapkan pada negaranya dan kembali ke kesepakatan nuklir 2015.



Dia mengisyaratkan Teheran akan memasukkan pejabat Eropa dalam daftar sanksinya sebagai tanggapan atas keputusan Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi kepada pejabat Iran.

"Eropa tidak dalam posisi unggul secara moral dan tidak dapat menceramahi dunia dalam hal ini. Xenofobia dan Islamofobia telah menciptakan kondisi yang mengerikan di Eropa," tegas dia.

Zarif berterima kasih kepada Rusia atas dukungan yang diberikannya setelah pemboman yang terjadi pada Minggu subuh di fasilitas nuklir Natanz.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top