Produksi Uranium Hingga 60%, Iran Sebut Sebagai Balas Dendam ke Israel
Rabu, 14 April 2021 - 15:42 WIB
loading...
Iran mengatakan akan memproduksi uranium yang diperkaya hingga 60% sebagai balas dendam atas serangan sabotase fasilitas nuklir Natanz yang dilakukan Israel. Foto/Ilustrasi
A
A
A
TEHERAN - Iran mengatakan akan memproduksi uranium yang diperkaya hingga 60% sebagai "balas dendam" atas serangan sabotase fasilitas nuklir Natanz yang dilakukan Israel . Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan keputusannya untuk meningkatkan pengayaan uranium menjadi 60% merupakan tanggapan terhadap "terorisme" Israel.
"Apa yang Anda lakukan adalah terorisme nuklir. Apa yang kami lakukan adalah legal," tegasnya seperti dikutip dari Deutsche Welle, Rabu (14/4/2021).
Iran pada Selasa mengatakan akan mulai memproduksi uranium yang diperkaya 60%, yang dapat membawa Teheran selangkah lebih dekat untuk membuat bom nuklir.
"Kami berharap dapat mengumpulkan produk minggu depan," tulis Kazem Gharibabadi, duta besar negara untuk Energi Atom Internasional, di Twitter.
Baca juga: Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%
Langkah itu akan membawa Iran mendekati ambang kemurnian 90 persen untuk penggunaan militer dan mempersingkat potensi "waktu pelarian" untuk membuat bom atom.
Namun, Gharibabadi mengatakan bahwa langkah tersebut akan meningkatkan secara signifikan kualitas dan kuantitas produk radiofarmasi.
"Apa yang Anda lakukan adalah terorisme nuklir. Apa yang kami lakukan adalah legal," tegasnya seperti dikutip dari Deutsche Welle, Rabu (14/4/2021).
Iran pada Selasa mengatakan akan mulai memproduksi uranium yang diperkaya 60%, yang dapat membawa Teheran selangkah lebih dekat untuk membuat bom nuklir.
"Kami berharap dapat mengumpulkan produk minggu depan," tulis Kazem Gharibabadi, duta besar negara untuk Energi Atom Internasional, di Twitter.
Baca juga: Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%
Langkah itu akan membawa Iran mendekati ambang kemurnian 90 persen untuk penggunaan militer dan mempersingkat potensi "waktu pelarian" untuk membuat bom atom.
Namun, Gharibabadi mengatakan bahwa langkah tersebut akan meningkatkan secara signifikan kualitas dan kuantitas produk radiofarmasi.
Lihat Juga :