Kritik Pemerintah Islamofobia, Jurnalis Muslim Prancis Diancam Dibunuh

Senin, 12 April 2021 - 12:23 WIB
loading...
A A A
Dia mengaku telah diberitahu oleh penasihat keamanan presiden bahwa pihak berwenang memperlakukan situasi yang dia alami dengan sangat serius. Penyelidikan juga telah diluncurkan untuk menilai tingkat ancaman terhadap Nadiya.

Nadiya membagikan foto di media sosial dari surat tulisan tangan yang telah dikirimkan kepadanya. Surat itu berisi penghinaan dan ancaman. Surat itu menyebutnya sebagai "pelacur Islam" dan membahas tentang akan adanya "peluru yang menembus lehernya".

Lazzouni menggambarkan situasi itu sebagai "perburuan penyihir yang sebenarnya". "Pertama hanya melawan kaum Islamis, dan kemudian melawan [semua] Muslim," katanya.

Jurnalis tersebut meminta Presiden Macron, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin dan Menteri Kewarganegaraan Marlene Schiappa untuk mengambil tindakan melawan kampanye kebencian terhadapnya. "Dan semua Muslim yang tinggal di Prancis," paparnya.

Dia kemudian berargumen bahwa media terlena dalam iklim beracun, yang menstigmatisasi komunitas Muslim.

Schiappa mengatakan bahwa tidak ada debat politik yang dapat membenarkan ancaman "seksis dan rasis". Dia menyarankan Nadiya untuk mengajukan keluhan kepada pihak berwenang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Prancis Terhenti di...
Prancis Terhenti di Semifinal, Macron: Terima Kasih Les Bleus
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Berita Terkini
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved