Pasukan Myanmar Bunuh 13 Demonstran, Ledakan Guncang Yangon

Kamis, 08 April 2021 - 04:04 WIB
loading...
Pasukan Myanmar Bunuh...
Kebakaran terjadi di JOC Galaxy (Myanmar) Apparel Co, di kota Hlaing Thar Yar, Yangon, Myanmar, 7 April 2021. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Pasukan Myanmar menembaki pengunjuk rasa anti-kudeta pada Rabu (7/4), menewaskan 13 orang dan melukai beberapa lainnya.

Bersamaan dengan itu, serangkaian ledakan kecil menghantam ibu kota komersial Yangon dan satu pabrik milik China dibakar.

Penguasa militer Myanmar mengatakan gerakan pembangkangan sipil "menghancurkan" Myanmar.

Baca juga: Memilukan, Anak-anak Myanmar Sembunyi di Lubang Tanah karena Dibom Militer

Lebih dari 580 orang telah tewas, menurut kelompok aktivis, dalam kekacauan di Myanmar sejak kudeta 1 Februari yang mengakhiri pemerintahan sipil.

Baca juga: Taiwan Siap Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Jika China Menyerang

Protes dan pemogokan nasional terus berlanjut sejak kudeta, meskipun militer menggunakan kekuatan mematikan untuk memadamkan oposisi.

Baca juga: Taiwan Ancam Tembak Jatuh Drone China di Laut China Selatan

“Pasukan keamanan melepaskan tembakan pada Rabu terhadap pengunjuk rasa di kota barat laut Kale ketika mereka menuntut pemulihan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi,” ungkap laporan media domestik.

Seorang penduduk daerah itu dan outlet berita Myanmar Now mengatakan 11 orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka.

Reuters tidak dapat memverifikasi jumlah korban secara independen.

“Dua pengunjuk rasa tewas di kota Bago dekat Yangon,” papar laporan Myanmar Now.

“Setidaknya tujuh ledakan kecil terdengar di Yangon, termasuk di gedung-gedung pemerintah, rumah sakit militer dan pusat perbelanjaan,” ungkap sejumlah penduduk.

Tidak ada korban jiwa dan tidak ada klaim tanggung jawab dalam ledakan itu.

Kedutaan Besar AS di Yangon mengatakan telah menerima laporan ‘bom suara’ buatan tangan, atau kembang api untuk menimbulkan kebisingan dan menyebabkan kerusakan minimal.

“Kebakaran terjadi di Pabrik Garmen JOC milik China di Yangon pada Rabu (7/4),” ungkap pernyataan Departemen Pemadam Kebakaran.

Tidak ada laporan korban jiwa dan tidak ada rincian tingkat kerusakan.

Di wilayah Yangon lainnya, para aktivis membakar bendera China, menurut gambar yang diposting di Facebook.

China dianggap mendukung junta militer Myanmar. Bulan lalu, serangan pembakaran dilakukan terhadap 32 pabrik yang diinvestasikan China di Yangon.

Rincian ledakan dan kebakaran sulit diperoleh karena junta membatasi layanan internet dan data seluler.

Seorang juru bicara junta tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Pemimpin junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing mengatakan gerakan pembangkangan sipil, atau CDM, telah menghentikan pekerjaan rumah sakit, sekolah, jalan, perkantoran dan pabrik.

“Meski protes dilakukan di negara tetangga dan komunitas internasional, namun tidak merusak bisnis. CDM adalah aktivitas untuk menghancurkan negara,” ujarnya.

Menurut kelompok advokasi Asosiasi Tahanan Politik (AAPP), sebanyak 581 orang, termasuk puluhan anak-anak, telah ditembak mati oleh pasukan dan polisi dalam kerusuhan hampir setiap hari sejak kudeta.

Pasukan keamanan telah menangkap hampir 3.500 orang, dengan 2.750 orang masih tertahan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved