Siap Tempur, Jet Tempur Siluman J-20 China Terbang Tanpa Lensa Luneburg
Selasa, 06 April 2021 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Sun Teng, seorang pilot jet tempur J-20, mengatakan kepada CCTV bahwa mantan unit Sun Shenglu sekarang dilengkapi dengan jet tempur tercanggih tersebut. Unit Sun Shenglu diambil dari nama pilot China yang heroik dalam perang Korea.
Sun Shenglu adalah bagian dari Wang Hai Air Group, yang sekarang berafiliasi dengan Komando Teater Timur PLA. Angkatan Udara PLA mengumumkan pada 2019 bahwa Wang Hai Air Group juga dilengkapi dengan J-20.
"Pilot Angkatan Udara di era baru akan mewarisi semangat 'pertempuran bayonet udara', berlatih untuk mempersiapkan pertempuran, siap setiap saat untuk pertempuran, dan dengan tegas menjaga kedaulatan dan martabat nasional," kata Sun Teng.
Rekaman CCTV juga menunjukkan J-20 melakukan manuver udara, dan beberapa bingkai menunjukkan bahwa J-20 ini tidak dilengkapi lensa Luneburg. Lebih lanjut, garis missile bay di samping pesawat berbeda dari pesawat tempur J-20 sebelumnya.
Menurut pakar militer Beijing yang menolak diidentifikasi, dalam pelatihan reguler, fasilitas radar yang bersahabat perlu melacak pesawat siluman untuk memantau aktivitas mereka dan menilai hasil pelatihan. Dalam skenario non-tempur lainnya seperti penerbangan transit, membuat kehadiran pesawat siluman diketahui orang lain dapat menghindari kecelakaan.
Sun Shenglu adalah bagian dari Wang Hai Air Group, yang sekarang berafiliasi dengan Komando Teater Timur PLA. Angkatan Udara PLA mengumumkan pada 2019 bahwa Wang Hai Air Group juga dilengkapi dengan J-20.
"Pilot Angkatan Udara di era baru akan mewarisi semangat 'pertempuran bayonet udara', berlatih untuk mempersiapkan pertempuran, siap setiap saat untuk pertempuran, dan dengan tegas menjaga kedaulatan dan martabat nasional," kata Sun Teng.
Rekaman CCTV juga menunjukkan J-20 melakukan manuver udara, dan beberapa bingkai menunjukkan bahwa J-20 ini tidak dilengkapi lensa Luneburg. Lebih lanjut, garis missile bay di samping pesawat berbeda dari pesawat tempur J-20 sebelumnya.
Menurut pakar militer Beijing yang menolak diidentifikasi, dalam pelatihan reguler, fasilitas radar yang bersahabat perlu melacak pesawat siluman untuk memantau aktivitas mereka dan menilai hasil pelatihan. Dalam skenario non-tempur lainnya seperti penerbangan transit, membuat kehadiran pesawat siluman diketahui orang lain dapat menghindari kecelakaan.
Lihat Juga :