Kapten Cantik Mesir Difitnah sebagai Penyebab Terblokirnya Terusan Suez

loading...
Kapten Cantik Mesir Difitnah sebagai Penyebab Terblokirnya Terusan Suez
Marwa Elselehdar, 29, kapten kapal wanita pertama Mesir yang difitnah sebagai penyebab terblokirnya Terusan Suez oleh kapal kontainer raksasa MV Ever Given. Foto/Instagram/news.com.au
KAIRO - Kapten kapal wanita pertama Mesir difitnah oleh para troll sebagai penyebab terblokirnya Terusan Suez oleh kapal kontainer raksasa MV Ever Given . Padahal, pada saat insiden, kapten cantik ini berada di kapal yang berbeda ratusan kilometer jauhnya.

Marwa Elselehdar bekerja sebagai rekan pertama di komando Aida IV di Alexandria ketika kapal MV Ever Given yang panjangnya sekitar 400 meter terjepit di Terusan Suez, membuat rute pengiriman utama dunia terhenti.

Baca juga: Bebaskan Kapal Ever Given, Otoritas Terusan Suez Habiskan Rp14,5 Triliun

Tetapi fitnah online dan berita palsu menyebarkan kebohongan bahwa dia telah menyebabkan kapal kontainer raksasa itu kandas di Terusan Suez.

Fitnah tentang perannya di MV Ever Given sebagian besar dipicu oleh tangkapan layar dari tajuk berita palsu—yang diduga diterbitkan oleh Arab News—yang mengatakan bahwa dia terlibat dalam insiden di Terusan Suez.



Foto yang direkayasa tersebut berasal dari cerita asli Arab News, dirilis pada tanggal 22 Maret, yang menggambarkan kesuksesan Marwa sebagai kapten kapal wanita pertama Mesir. Foto tersebut telah dibagikan puluhan kali di Twitter dan Facebook.

Beberapa akun Twitter yang menggunakan namanya juga telah menyebarkan klaim palsu bahwa dia terlibat dengan kapal MV Ever Given.

"Saya merasa bahwa saya mungkin menjadi target, mungkin karena saya wanita yang sukses di bidang ini atau karena saya orang Mesir, tetapi saya tidak yakin," kata kapten cantik berusia 29 tahun itu seperti dilansir news.com.au, Senin (5/4/2021).

Artikel palsu yang menyeretnya berbahasa Inggris sehingga tersebar di negara lain.

"Komentar di artikel itu sangat negatif dan kasar, tetapi ada begitu banyak komentar suportif lainnya dari orang biasa dan orang yang bekerja dengan saya," ujarnya.



"Saya memutuskan untuk fokus pada semua dukungan dan cinta yang saya dapatkan, dan kemarahan saya berubah menjadi rasa syukur," katanya.

"Juga, perlu disebutkan bahwa saya menjadi lebih terkenal dari sebelumnya," imbuh dia.

Baca juga: Dubes RI di Sudan Meninggal setelah Terinfeksi COVID-19
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top