Kapten Cantik Mesir Difitnah sebagai Penyebab Terblokirnya Terusan Suez

Senin, 05 April 2021 - 07:33 WIB
loading...
Kapten Cantik Mesir...
Marwa Elselehdar, 29, kapten kapal wanita pertama Mesir yang difitnah sebagai penyebab terblokirnya Terusan Suez oleh kapal kontainer raksasa MV Ever Given. Foto/Instagram/news.com.au
A A A
KAIRO - Kapten kapal wanita pertama Mesir difitnah oleh para troll sebagai penyebab terblokirnya Terusan Suez oleh kapal kontainer raksasa MV Ever Given . Padahal, pada saat insiden, kapten cantik ini berada di kapal yang berbeda ratusan kilometer jauhnya.

Marwa Elselehdar bekerja sebagai rekan pertama di komando Aida IV di Alexandria ketika kapal MV Ever Given yang panjangnya sekitar 400 meter terjepit di Terusan Suez, membuat rute pengiriman utama dunia terhenti.

Baca juga: Bebaskan Kapal Ever Given, Otoritas Terusan Suez Habiskan Rp14,5 Triliun

Tetapi fitnah online dan berita palsu menyebarkan kebohongan bahwa dia telah menyebabkan kapal kontainer raksasa itu kandas di Terusan Suez.

Fitnah tentang perannya di MV Ever Given sebagian besar dipicu oleh tangkapan layar dari tajuk berita palsu—yang diduga diterbitkan oleh Arab News—yang mengatakan bahwa dia terlibat dalam insiden di Terusan Suez.

Foto yang direkayasa tersebut berasal dari cerita asli Arab News, dirilis pada tanggal 22 Maret, yang menggambarkan kesuksesan Marwa sebagai kapten kapal wanita pertama Mesir. Foto tersebut telah dibagikan puluhan kali di Twitter dan Facebook.

Beberapa akun Twitter yang menggunakan namanya juga telah menyebarkan klaim palsu bahwa dia terlibat dengan kapal MV Ever Given.

"Saya merasa bahwa saya mungkin menjadi target, mungkin karena saya wanita yang sukses di bidang ini atau karena saya orang Mesir, tetapi saya tidak yakin," kata kapten cantik berusia 29 tahun itu seperti dilansir news.com.au, Senin (5/4/2021).

Artikel palsu yang menyeretnya berbahasa Inggris sehingga tersebar di negara lain.

"Komentar di artikel itu sangat negatif dan kasar, tetapi ada begitu banyak komentar suportif lainnya dari orang biasa dan orang yang bekerja dengan saya," ujarnya.

"Saya memutuskan untuk fokus pada semua dukungan dan cinta yang saya dapatkan, dan kemarahan saya berubah menjadi rasa syukur," katanya.

"Juga, perlu disebutkan bahwa saya menjadi lebih terkenal dari sebelumnya," imbuh dia.

Baca juga: Dubes RI di Sudan Meninggal setelah Terinfeksi COVID-19

Marwa mengatakan dia selalu menyukai laut, dan terinspirasi untuk bergabung dengan merchant navy (Angkatan Laut niaga) setelah kakaknya mendaftar di Arab Academy for Science Technology & Maritime Transport (AASTMT).

Meskipun akademi hanya menerima laki-laki pada saat itu, dia tetap melamar dan diberi izin untuk bergabung setelah peninjauan hukum oleh Presiden Mesir saat itu Hosni Mubarak.

Selama studinya, Marwa Elselehdar mengatakan dia menghadapi seksisme di setiap kesempatan.

“Di atas kapal, mereka semua adalah pria yang lebih tua dengan mentalitas berbeda, jadi sulit untuk tidak dapat menemukan orang yang berpikiran sama untuk diajak berkomunikasi," katanya.

“Sangat menantang untuk melalui ini sendirian dan dapat mengatasinya tanpa memengaruhi kesehatan mental saya," ujarnya.

"Orang-orang di masyarakat kita masih tidak menerima gagasan tentang gadis-gadis yang bekerja di laut jauh dari keluarga mereka untuk waktu yang lama, tetapi ketika Anda melakukan apa yang Anda sukai, Anda tidak perlu meminta persetujuan semua orang," paparnya.

Kapal MV Ever Given yang berbendera Panama adalah milik perusahaan Jepang, namun dioperasikan oleh perusahaan Taiwan. Kapal raksasa ini tersangkut dan memblokir Terusan Suez enam hari. Sekitar 400 kapal sebelumnya tak bisa lewat akibat insiden itu.

Otoritas Terusan Suez di bawah naungan negara Mesir mengaku menghabiskan USD1 miliar atau lebih dari Rp14,5 triliun untuk membebaskan Terusan Suez dari sumbatan kapal raksasa itu.

Pemerintah Mesir mengajukan kompensasi dengan nilai yang sama terhadap operator kapal raksasa itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Mesir Ditempatkan di UEA
Lebih Banyak Kapal Melintasi...
Lebih Banyak Kapal Melintasi Terusan Panama Akibat Perang Iran
Lebih dari 40 Kapal...
Lebih dari 40 Kapal Kontainer Masih Terdampar di Teluk
Pertama di Dunia, Simulasi...
Pertama di Dunia, Simulasi Al-Qur’an Bahasa Isyarat Indonesia Diserbu Pengunjung CIBF Mesir
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Korea Selatan vs Ceko:...
Korea Selatan vs Ceko: Taeguk Warriors Dijagokan Menang
Berita Terkini
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved