April Mop, First Lady AS Ngeprank Wartawan dan Secret Service

Sabtu, 03 April 2021 - 05:03 WIB
loading...
April Mop, First Lady AS Ngeprank Wartawan dan Secret Service
April Mop, First Lady AS Jill Biden menyamar jadi pramugari untuk mengerjai wartawan, Secret Service, dan staf di Air Force One. Foto/TMZ
A A A
WASHINGTON - First Lady atau Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Jill Biden , rupanya mempunyai selera humor yang baik. Ia bahkan sampai rela merubah penampilannya hanya untuk mengerjai wartawan dalam rangka April Mop.

Jill dilaporkan sengaja berpakaian layaknya pramugari untuk prank reporter, Secret Service dan stafnya. Wanita berusia 69 tahun itu terbang pulang dengan Air Force One setelah melakukan perjalanan ke California, di mana dia bertemu dengan petani setempat. Saat makan siang, penumpang melihat seorang pramugari dengan rambut hitam pendek dan mengenakan setelan jas hitam. Pramugari tersebut memiliki lencana bertuliskan Jasmine dan membagikan es krim kepada semua orang.

Beberapa menit kemudian "Jasmine" muncul kembali. Sambil melepas rambut palsunya, ia mengumumkan bahwa dia sebenarnya adalah Ibu Negara Jill Biden. Penasihat senior Anthony Bernal dan sekretaris pers Michael LaRosa mengatakan kepada media lokal bahwa mereka sama terkejutnya dengan wartawan dan agen Secret Service yang berada di dalam pesawat. Tidak ada yang mengira jika pramugari tersebut adalah Jill Biden, First Lady AS.

Baca juga: Anjingnya Presiden Biden Gigit Orang Lagi di Gedung Putih

Aksi usil Jill ini rupanya mendapat apresiasi dari para netizen. Banyak netizen yang memuji Ibu Negara AS itu karena humor dan antusiasmenya.

"Ini sangat keren," tulis seorang netizen.

"Sangat suka dengan semangatnya, antusiasmenya dan kehidupannya yang penuh tawa. Bagus sekali, Dr. Jill. Terima kasih atas selera humor Anda, yang sangat dibutuhkan saat ini. Sudah 4 tahun dalam kegelapan," tulis netizen yang lain.

"Selera humor yang bagus," puji seorang netizen.

Baca juga: Dinyatakan Meninggal, Remaja Ini Hidup Lagi saat Organnya Hendak Disumbangkan

Namun, ada beberapa pengguna yang tidak terkesan dengan lelucon tersebut dan berpikir bahwa media AS seharusnya fokus pada masalah yang lebih serius yang dihadapi Amerika Serikat.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1520 seconds (10.101#12.26)