Akhir Pekan Berdarah di Myanmar, 114 Tewas dalam Aksi Protes Damai

Minggu, 28 Maret 2021 - 07:49 WIB
loading...
A A A
"Kami akan terus memprotes. Kami harus berjuang sampai junta jatuh," tegasnya.

CNN belum dapat mengkonfirmasi secara independen jumlah orang yang tewas.

Tindakan keras yang mematikan terjadi pada Hari Angkatan Bersenjata negara itu. Jenderal Senior Min Aung Hlaing, pemimpin junta, mengatakan selama parade di ibu kota Naypyitaw untuk menandai acara tersebut bahwa militer akan melindungi rakyat dan berjuang untuk demokrasi, lapor Reuters.

Baca juga: Tidak Main-main, Junta Myanmar Ancam Demonstran Ditembak di Kepala

Sementara stasiun televisi pemerintah mengatakan pada hari Jumat bahwa pengunjuk rasa berisiko ditembak "di kepala dan punggung." Meskipun demikian, para demonstran yang menentang kudeta 1 Februari muncul di jalan-jalan Yangon, Mandalay, dan kota-kota lain.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kantor PBB di Myanmar menyatakan menentang aksi kekerasan pada hari Sabtu.

"Tindakan keras militer yang berkelanjutan, yang hari ini mengakibatkan korban tewas harian tertinggi sejak demonstrasi menentang kudeta dimulai bulan lalu, tidak dapat diterima dan menuntut tanggapan internasional yang tegas, bersatu dan tegas. Sangat penting untuk menemukan solusi mendesak untuk krisis ini," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Farhan Haq, wakil juru bicara sekretaris jenderal PBB.

"Sekretaris Jenderal mengutuk pembunuhan puluhan warga sipil," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved