Prancis Tuding Inggris Lakukan 'Pemerasan' Atas Pasokan Vaksin

Sabtu, 27 Maret 2021 - 11:14 WIB
loading...
A A A
Tetapi dia tidak akan mengatakan dari mana dosis vaksin Inggris akan berasal jika Brussel menerapkan larangan ekspor.

Baca juga: Israel Bikin Vaksin COVID-19 Pil, Solusi bagi yang Takut Jarum Suntik

"Kami telah memilih sejak awal untuk tidak membahas rantai pasokan kami. Kami pikir itu keputusan yang tepat," ujarnya.

"Kami mendapatkan vaksin kami dari berbagai produsen, dari seluruh dunia dengan rantai pasokan internasional yang kompleks - tidak satupun dari mereka bergantung pada satu pabrik atau satu negara," imbuhnya.

Pada hari Jumat, Komisi Eropa memperbarui seruannya kepada AstraZeneca untuk memberikan vaksin yang dipesan oleh Brussels.

"Ini jelas tergantung pada perusahaan untuk memastikan produksi dosis setelah kontrak yang mereka tandatangani," ucap juru bicara Stefan de Keersmaecker pada jumpa pers.

"Yang penting bagi kami adalah AstraZeneca harus memenuhi kewajibannya kepada Komisi, negara anggota, dan tentu saja kepada populasi Uni Eropa," imbuhnya.

Baca juga: AS Berharap WHO Kembali Lakukan Penyelidikan Asal-usul Covid-19 di China

"Artinya, misalnya, memastikan bahwa untuk kuartal pertama akan ada 30 juta dosis yang dikirimkan, seperti yang telah mereka umumkan," ia melanjutkan.

"Terserah perusahaan untuk memastikan bahwa pengiriman dan produksi ini dilakukan dan dilakukan di pabrik sesuai kontrak dan mereka jelas (telah diberikan) otorisasi dari EMA (European Medicines Agency) jadi terserah kepada perusahaan untuk memastikan mereka memenuhi kontrak dan memenuhi kewajiban mereka kepada Uni Eropa," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU
Heboh Email AFA Diretas...
Heboh Email AFA Diretas Sebut Argentina Diuntungkan Wasit
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved