Prancis Tuding Inggris Lakukan 'Pemerasan' Atas Pasokan Vaksin

Sabtu, 27 Maret 2021 - 11:14 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kakek di AS 'Bajak' Kendaraan Bermuatan Vaksin Covid-19

UE berhenti melakukan blokade pada hari Kamis, menekankan pentingnya menjaga rantai pasokan global yang diperlukan untuk memproduksi vaksin.

Tetapi para pemimpin memberikan dukungan mereka untuk kontrol ekspor vaksin yang lebih ketat, dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pertemuan itu menandai 'akhir kenaifan' dari UE.

Peluncuran vaksin di negara-negara anggota UE telah dimulai dengan lambat dan Brussels menyalahkan perusahaan farmasi - terutama raksasa Anglo-Swedia AstraZeneca - karena tidak memberikan dosis yang dijanjikan.

Namun pihak AstraZeneca membantah bahwa mereka gagal memenuhi kontraknya.

Sementara itu beberapa negara - termasuk Belgia, Belanda, Irlandia, Swedia dan Denmark sudah menegaskan tidak berniat memberlakukan kontrol ekspor yang lebih ketat.

Baca juga: Rusia Klaim Obat Covid-19 Mereka Disetujui oleh Indonesia

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, memperingatkan terhadap eskalasi balas dendam.

"Kita tidak boleh melakukan hal-hal yang membuat kita hanya memiliki lebih sedikit vaksin,' katanya.

Sekretaris komunitas Inggris Robert Jenrick juga memperingatkan larangan ekspor yang 'merusak' pada hari Jumat.

Menteri kabinet mengatakan pemerintah Inggris memiliki kepercayaan mutlak pada pasokan vaksinnya - dengan semua orang dewasa di jalur yang tepat untuk menerima dosis pertama pada akhir Juli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya...
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7
Rekomendasi
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
Berita Terkini
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved