Ilmuwan Sebut Plastik dan Polutan Kimiawi Mengecilkan Penis
Kamis, 25 Maret 2021 - 04:36 WIB
loading...
A
A
A
Perkembangan reproduksi wanita dan tingkat estrogen juga telah berubah.
“Di beberapa bagian dunia, rata-rata usia dua puluhan saat ini kurang subur dibandingkan neneknya yang berusia 35 tahun,” ujar Swan.
Malapetaka reproduksi juga memengaruhi hewan, kata ilmuwan itu, sambil menunjuk pada temuan seperti penis yang sangat kecil pada aligator, macan kumbang, dan cerpelai, serta lebih banyak ikan, katak, burung, dan kura-kura yang memiliki "alat kelamin ambigu."
Baca juga: Kisah Ilmuwan Tanpa Kewarganegaraan Coba Temukan Vaksin Covid-19
“Kecuali kita mengambil langkah untuk membalikkan pengaruh berbahaya ini, spesies planet ini berada dalam bahaya besar,” ucap Swan.
Dia menulis bahwa manusia memenuhi tiga dari lima kriteria yang menentukan apakah suatu spesies terancam punah. Hanya satu dari lima yang harus dipenuhi agar suatu spesies terancam punah.
“Di beberapa bagian dunia, rata-rata usia dua puluhan saat ini kurang subur dibandingkan neneknya yang berusia 35 tahun,” ujar Swan.
Malapetaka reproduksi juga memengaruhi hewan, kata ilmuwan itu, sambil menunjuk pada temuan seperti penis yang sangat kecil pada aligator, macan kumbang, dan cerpelai, serta lebih banyak ikan, katak, burung, dan kura-kura yang memiliki "alat kelamin ambigu."
Baca juga: Kisah Ilmuwan Tanpa Kewarganegaraan Coba Temukan Vaksin Covid-19
“Kecuali kita mengambil langkah untuk membalikkan pengaruh berbahaya ini, spesies planet ini berada dalam bahaya besar,” ucap Swan.
Dia menulis bahwa manusia memenuhi tiga dari lima kriteria yang menentukan apakah suatu spesies terancam punah. Hanya satu dari lima yang harus dipenuhi agar suatu spesies terancam punah.
Lihat Juga :