PM Ethiopia Konfirmasi Keberadaan Pasukan Eritrea di Tigray
Selasa, 23 Maret 2021 - 23:37 WIB
loading...
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed. Foto/Yahoo
A
A
A
ADDIS ABABA - Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed untuk pertama kalinya pada Selasa (23/3/2021) mengkonfirmasi bahwa pasukan dari negara tetangga Eritrea memasuki wilayah Tigray utara selama konflik lima bulan .
Abiy mengatakan bahwa pasukan Eritrea telah masuk di sepanjang perbatasan karena khawatir akan diserang oleh pasukan Tigrayan. Ia menambahkan bahwa Eritrea telah berjanji untuk pergi ketika militer Ethiopia mampu mengendalikan perbatasan.
"Anda meninggalkan perbatasan saat mencari musuh di Tigray tengah. Jadi, saat Anda menyerang mereka, mereka mungkin mendatangi kami. Kami menguasai daerah-daerah di sepanjang perbatasan karena kami memiliki masalah keamanan nasional kami. Tetapi jika pasukan Anda dapat mengontrol perbatasan, kami akan pergi keesokan harinya," kata Abiy mengutip orang Eritrea yang mengatakan kepada pihak berwenang Ethiopia seperti dikutip dari Reuters.Baca juga: Ethiopia Bantah Lakukan Pembersihan Etnis di Tigray
Abiy juga mengatakan pemerintah Ethiopia telah mencabut tuduhan penjarahan yang meluas dan pelanggaran hak asasi manusia oleh tentara Eritrea.
"Pemerintah Eritrea sangat mengutuknya dan mengatakan mereka akan bertanggung jawab jika ada tentara mereka yang berpartisipasi dalam hal ini," ujar peraih Hadiah Nobel Perdamaian ini.
Abiy mengatakan bahwa pasukan Eritrea telah masuk di sepanjang perbatasan karena khawatir akan diserang oleh pasukan Tigrayan. Ia menambahkan bahwa Eritrea telah berjanji untuk pergi ketika militer Ethiopia mampu mengendalikan perbatasan.
"Anda meninggalkan perbatasan saat mencari musuh di Tigray tengah. Jadi, saat Anda menyerang mereka, mereka mungkin mendatangi kami. Kami menguasai daerah-daerah di sepanjang perbatasan karena kami memiliki masalah keamanan nasional kami. Tetapi jika pasukan Anda dapat mengontrol perbatasan, kami akan pergi keesokan harinya," kata Abiy mengutip orang Eritrea yang mengatakan kepada pihak berwenang Ethiopia seperti dikutip dari Reuters.Baca juga: Ethiopia Bantah Lakukan Pembersihan Etnis di Tigray
Abiy juga mengatakan pemerintah Ethiopia telah mencabut tuduhan penjarahan yang meluas dan pelanggaran hak asasi manusia oleh tentara Eritrea.
"Pemerintah Eritrea sangat mengutuknya dan mengatakan mereka akan bertanggung jawab jika ada tentara mereka yang berpartisipasi dalam hal ini," ujar peraih Hadiah Nobel Perdamaian ini.
Lihat Juga :