Biden: Putin Bakal Membayar Harga atas Dugaan Intervensi Pilpres AS
Rabu, 17 Maret 2021 - 21:24 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan segera menghadapi konsekuensi karena diduga mengarahkan upaya untuk intervensi dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika 2020.
“Dia akan membayar harganya. Anda akan segera melihat," ucap Biden kepada ABC News, Rabu (17/3/2021), ketika ditanya apa konsekuensinya.
Baca juga: AS Tuding Putin Dalangi Kampanye Pro-Trump
Pada saat yang sama, Biden memilih area-area yang menjadi kepentingan bersama kedua negara untuk bekerja sama, termasuk masalah yang terkait dengan pembaruan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START).
“Saya cukup mengenalnya [Putin],” kata Biden. "Hal terpenting berurusan dengan para pemimpin asing dalam pengalaman saya...adalah hanya mengenal orang lain”.
Pernyataan itu muncul setelah Kedutaan Besar Rusia di Washington mengatakan pada hari Rabu bahwa tuduhan intelijen AS terhadap Rusia atas dugaan campur tangan pilpres Amerika tidak berdasar.
"Dokumen yang disiapkan oleh komunitas intelijen AS adalah serangkaian tuduhan tak berdasar lainnya terhadap negara kami yang [dituduh] mencampuri proses politik internal Amerika. Kesimpulan dari laporan tentang Rusia yang melakukan operasi influence di Amerika dikonfirmasi semata-mata oleh kepercayaan dari badan intelijen mereka yang merasa benar sendiri. Tidak ada fakta atau bukti spesifik dari klaim semacam itu yang diberikan," kata kedutaan tersebut di halaman Facebook-nya.
“Dia akan membayar harganya. Anda akan segera melihat," ucap Biden kepada ABC News, Rabu (17/3/2021), ketika ditanya apa konsekuensinya.
Baca juga: AS Tuding Putin Dalangi Kampanye Pro-Trump
Pada saat yang sama, Biden memilih area-area yang menjadi kepentingan bersama kedua negara untuk bekerja sama, termasuk masalah yang terkait dengan pembaruan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START).
“Saya cukup mengenalnya [Putin],” kata Biden. "Hal terpenting berurusan dengan para pemimpin asing dalam pengalaman saya...adalah hanya mengenal orang lain”.
Pernyataan itu muncul setelah Kedutaan Besar Rusia di Washington mengatakan pada hari Rabu bahwa tuduhan intelijen AS terhadap Rusia atas dugaan campur tangan pilpres Amerika tidak berdasar.
"Dokumen yang disiapkan oleh komunitas intelijen AS adalah serangkaian tuduhan tak berdasar lainnya terhadap negara kami yang [dituduh] mencampuri proses politik internal Amerika. Kesimpulan dari laporan tentang Rusia yang melakukan operasi influence di Amerika dikonfirmasi semata-mata oleh kepercayaan dari badan intelijen mereka yang merasa benar sendiri. Tidak ada fakta atau bukti spesifik dari klaim semacam itu yang diberikan," kata kedutaan tersebut di halaman Facebook-nya.
Lihat Juga :