Interpol Berhasil Tangkap 13 Buronan Paling Dicari
Rabu, 17 Maret 2021 - 11:50 WIB
loading...
Interpol berhasil menangkap 13 buronan Amerika Latin paling dicari. Foto/Ilustrasi
A
A
A
LYON - Operasi terkoordinasi Interpol bersama tim penyelidik dari seluruh Amerika Latin , yang diberinama Operasi 'EL PAcCTO', berhasil menangkap 13 buronan paling dicari. Operasi tersebut digelar pada 20 November - 5 Maret lalu.
Dicari untuk kejahatan serius dan seringkali mengerikan, termasuk pembunuhan, penculikan dan kekerasan seksual terhadap perempuan, seluruh buronan tersebut masuk dalam Red Notice Interpol.
Nama mereka juga ditampilkan dalam daftar target buronan prioritas yang ditetapkan oleh unit Dukungan Investigasi Buronan (FIS) Interpol dan penegak hukum di delapan negara Amerika Latin pada akhir 2020.
Interpol mengatakan bahwa selama 'fase operasional' dua minggu (22 Februari - 5 Maret), pertemuan kerja intensif terkoordinasi antara penegak hukum nasional yang bertujuan untuk menemukan dan menangkap sebanyak mungkin buronan ini.
"Model operasional secara efektif mendorong kerja sama polisi internasional menjadi 'hyper drive', memungkinkan penyelidik untuk bertukar informasi yang dapat ditindaklanjuti secara real-time," kata Interpol seperti dilansir dari Eurasiareview, Rabu (17/3/2021).
Dicari untuk kejahatan serius dan seringkali mengerikan, termasuk pembunuhan, penculikan dan kekerasan seksual terhadap perempuan, seluruh buronan tersebut masuk dalam Red Notice Interpol.
Nama mereka juga ditampilkan dalam daftar target buronan prioritas yang ditetapkan oleh unit Dukungan Investigasi Buronan (FIS) Interpol dan penegak hukum di delapan negara Amerika Latin pada akhir 2020.
Interpol mengatakan bahwa selama 'fase operasional' dua minggu (22 Februari - 5 Maret), pertemuan kerja intensif terkoordinasi antara penegak hukum nasional yang bertujuan untuk menemukan dan menangkap sebanyak mungkin buronan ini.
"Model operasional secara efektif mendorong kerja sama polisi internasional menjadi 'hyper drive', memungkinkan penyelidik untuk bertukar informasi yang dapat ditindaklanjuti secara real-time," kata Interpol seperti dilansir dari Eurasiareview, Rabu (17/3/2021).
Lihat Juga :