Kelompok Bandit Bersenjata Culik 30 Mahasiswa di Nigeria
Jum'at, 12 Maret 2021 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa pekan terakhir, 279 siswi dibebaskan setelah diculik dari sekolah asrama mereka di Jangebe di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, dan 27 remaja laki-laki dibebaskan setelah diculik dari sekolah mereka di negara bagian Niger, bersama dengan tiga staf dan 12 anggota keluarga. Seorang siswa ditembak mati dalam serangan itu.
Upaya militer dan polisi untuk menangani geng-geng bersenjata tersebut tidak banyak berhasil, sementara banyak yang khawatir bahwa otoritas negara bagian memperburuk situasi dengan membiarkan penculik tidak dihukum, membayar mereka atau memberikan insentif.
Di Zamfara, pejabat pemerintah mengatakan mereka telah memberikan akses bagi para bandit pada tanah untuk penggembalaan ternak, sembari membangun sekolah dan fasilitas medis.
Mereka tidak secara spesifik mengidentifikasi para penerima uang tebusan itu sebagai penculik.
Pada akhir Februari, Presiden Muhammadu Buhari mendesak pemerintah negara bagian untuk "meninjau kembali kebijakan mereka dalam memberi penghargaan kepada para bandit dengan uang dan kendaraan, memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat menjadi bumerang yang menghancurkan."
Kerusuhan telah menjadi masalah politik bagi Buhari, purnawirawan jenderal dan mantan penguasa militer yang menghadapi kritik yang meningkat atas meningkatnya kejahatan kekerasan.
Dia juga menggantikan panglima militernya yang sudah lama menjabat pada awal tahun ini.
Upaya militer dan polisi untuk menangani geng-geng bersenjata tersebut tidak banyak berhasil, sementara banyak yang khawatir bahwa otoritas negara bagian memperburuk situasi dengan membiarkan penculik tidak dihukum, membayar mereka atau memberikan insentif.
Di Zamfara, pejabat pemerintah mengatakan mereka telah memberikan akses bagi para bandit pada tanah untuk penggembalaan ternak, sembari membangun sekolah dan fasilitas medis.
Mereka tidak secara spesifik mengidentifikasi para penerima uang tebusan itu sebagai penculik.
Pada akhir Februari, Presiden Muhammadu Buhari mendesak pemerintah negara bagian untuk "meninjau kembali kebijakan mereka dalam memberi penghargaan kepada para bandit dengan uang dan kendaraan, memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat menjadi bumerang yang menghancurkan."
Kerusuhan telah menjadi masalah politik bagi Buhari, purnawirawan jenderal dan mantan penguasa militer yang menghadapi kritik yang meningkat atas meningkatnya kejahatan kekerasan.
Dia juga menggantikan panglima militernya yang sudah lama menjabat pada awal tahun ini.
(sya)
Lihat Juga :