Kelompok Bandit Bersenjata Culik 30 Mahasiswa di Nigeria

Jum'at, 12 Maret 2021 - 20:45 WIB
loading...
Kelompok Bandit Bersenjata...
Seorang tentara duduk di truk yang digunakan untuk memulangkan para siswi yang diculik dari sekolah di Zamfara, Nigeria, 2 Maret 2021. Foto/REUTERS
A A A
KADUNA - Pria bersenjata di negara bagian Kaduna, Nigeria , menculik sekitar 30 mahasiswa dalam semalam dari perguruan tinggi kehutanan dekat akademi militer.

Ini menjadi penculikan sekolah massal keempat sejak Desember.

Sekolah Tinggi Mekanisasi Kehutanan Federal terletak di pinggiran kota Kaduna, ibu kota negara bagian Kaduna, tempat para bandit bersarang selama bertahun-tahun.

Baca juga: Pria Yahudi Garis Keras Usir Wanita di Pesawat, EasyJet Bayar Ganti Rugi

Komisioner keamanan Kaduna, Samuel Aruwan, mengatakan satu geng bersenjata menyerang kampus sekitar pukul 11:30 malam pada Kamis (11/3).

Baca juga: Khawatir Pembekuan Darah, Thailand Tunda Peluncuran Vaksin AstraZeneca

“Para tentara telah menyelamatkan 180 orang pada dini hari Jumat tetapi sekitar 30 mahasiswa, campuran laki-laki dan perempuan, belum ditemukan,” ungkap dia.

Lihat infografis: Peringatkan Invasi China Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan

Warga lokal Haruna Salisu, berbicara melalui telepon, mengatakan dia mendengar suara tembakan sporadis sekitar pukul 11:30 malam.



"Kami tidak panik, mengira itu adalah latihan militer biasa yang dilakukan di Akademi Pertahanan Nigeria," ujar dia.

“Kami keluar untuk sholat subuh, pukul 5:20 pagi, dan melihat beberapa mahasiswa, dosen, dan petugas keamanan di seluruh lingkungan kampus. Mereka memberi tahu kami bahwa orang-orang bersenjata menyerbu kampus dan menculik beberapa mahasiswa," papar dia.

Salisu mengatakan dia telah melihat personel militer membawa mahasiswa yang tersisa ke akademi.

Pada Jumat pagi, kerabat para mahasiswa berkumpul di gerbang kampus yang dikelilingi sekitar 20 truk tentara.

Tren penculikan dari kampus dan sekolah dimulai kelompok Boko Haram yang menangkap 270 siswi dari satu sekolah di Chibok di timur laut pada 2014, sekitar 100 orang di antaranya tidak pernah ditemukan lagi.

Sejak itu telah terjadi sejumlah penculikan oleh geng-geng kriminal bersenjata yang menuntut uang tebusan.

Dalam beberapa pekan terakhir, 279 siswi dibebaskan setelah diculik dari sekolah asrama mereka di Jangebe di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, dan 27 remaja laki-laki dibebaskan setelah diculik dari sekolah mereka di negara bagian Niger, bersama dengan tiga staf dan 12 anggota keluarga. Seorang siswa ditembak mati dalam serangan itu.

Upaya militer dan polisi untuk menangani geng-geng bersenjata tersebut tidak banyak berhasil, sementara banyak yang khawatir bahwa otoritas negara bagian memperburuk situasi dengan membiarkan penculik tidak dihukum, membayar mereka atau memberikan insentif.

Di Zamfara, pejabat pemerintah mengatakan mereka telah memberikan akses bagi para bandit pada tanah untuk penggembalaan ternak, sembari membangun sekolah dan fasilitas medis.

Mereka tidak secara spesifik mengidentifikasi para penerima uang tebusan itu sebagai penculik.

Pada akhir Februari, Presiden Muhammadu Buhari mendesak pemerintah negara bagian untuk "meninjau kembali kebijakan mereka dalam memberi penghargaan kepada para bandit dengan uang dan kendaraan, memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat menjadi bumerang yang menghancurkan."

Kerusuhan telah menjadi masalah politik bagi Buhari, purnawirawan jenderal dan mantan penguasa militer yang menghadapi kritik yang meningkat atas meningkatnya kejahatan kekerasan.

Dia juga menggantikan panglima militernya yang sudah lama menjabat pada awal tahun ini.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Bukan ke Iran atau Venezuela,...
Bukan ke Iran atau Venezuela, Apa yang Memicu AS Kirim Ratusan Tentara ke Negara Ini?
Langka, Pilot Ini Selamatkan...
Langka, Pilot Ini Selamatkan 80 Penumpang dari Pesawat yang Mesinnya Meledak di Udara
Inggris Diperintahkan...
Inggris Diperintahkan Bayar Rp9,6 Triliun untuk Ganti Rugi Pembunuhan Era Kolonial
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved