Arab Saudi Waspada Rudal-rudal Iran di Gurun Irak Targetkan Kerajaan
Sabtu, 06 Maret 2021 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurut sumber keamanan, alasan utama kunjungan Al-Ruwaili ke Irak adalah perkembangan terkini di gurun Anbar, sekitar 200 km dari perbatasan Irak dengan Arab Saudi.
"Selama dua bulan terakhir, faksi bersenjata telah bergerak di daerah ini bekerja sama dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, dan sejumlah rudal Shahab dikerahkan di bunker bawah tanah," papar satu sumber yang memiliki hubungan dengan milisi yang setia ke Iran.
Arabic Post memperkirakan Teheran memilih area spesifik itu untuk menyembunyikan rudal-rudal atau roket-roket mereka.
Pada September 2019, ketika infrastruktur minyak di Riyadh menjadi sasaran dan fasilitas Aramco diserang pesawat tak berawak (drone) yang dioperasikan Houthi Yaman, beberapa laporan mengatakan bahwa serangan itu diluncurkan dari wilayah Irak.
Saat itu, Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi membantah negaranya digunakan untuk menyerang tetangganya.
Ketika Istana Yamamah di Riyadh diserang pada akhir Januari, pejabat keamanan Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada media asing bahwa pesawat drone yang digunakan diluncurkan dari Irak.
Milisi Irak mengaku bertanggung jawab dalam serangan itu.
"Sebagian besar serangan baru-baru ini diklaim faksi-faksi baru dan kecil, tetapi pada akhirnya, mereka semua didukung Iran dan berafiliasi dengan faksi yang lebih besar. Mereka tidak akan bergerak tanpa bimbingan dari pemimpin kelompok bersenjata utama dan Garda Revolusi Islam," ungkap seorang sumber militer Irak.
"Selama dua bulan terakhir, faksi bersenjata telah bergerak di daerah ini bekerja sama dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, dan sejumlah rudal Shahab dikerahkan di bunker bawah tanah," papar satu sumber yang memiliki hubungan dengan milisi yang setia ke Iran.
Arabic Post memperkirakan Teheran memilih area spesifik itu untuk menyembunyikan rudal-rudal atau roket-roket mereka.
Pada September 2019, ketika infrastruktur minyak di Riyadh menjadi sasaran dan fasilitas Aramco diserang pesawat tak berawak (drone) yang dioperasikan Houthi Yaman, beberapa laporan mengatakan bahwa serangan itu diluncurkan dari wilayah Irak.
Saat itu, Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi membantah negaranya digunakan untuk menyerang tetangganya.
Ketika Istana Yamamah di Riyadh diserang pada akhir Januari, pejabat keamanan Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada media asing bahwa pesawat drone yang digunakan diluncurkan dari Irak.
Milisi Irak mengaku bertanggung jawab dalam serangan itu.
"Sebagian besar serangan baru-baru ini diklaim faksi-faksi baru dan kecil, tetapi pada akhirnya, mereka semua didukung Iran dan berafiliasi dengan faksi yang lebih besar. Mereka tidak akan bergerak tanpa bimbingan dari pemimpin kelompok bersenjata utama dan Garda Revolusi Islam," ungkap seorang sumber militer Irak.
Lihat Juga :