Pria Penyelamat Kucing-kucing yang Terlupakan di Zona Nuklir Fukushima

Kamis, 04 Maret 2021 - 09:34 WIB
loading...
A A A
“Saya terkejut itu masih berdiri,” ujar petani berusia 67 tahun, sepekan setelah gempa yang merusak rumah Kato.

“Saya bisa melihat ternak saya di ladang dari sana,” papar dia sambil menunjuk ke ruang tamu, pemandangan yang sekarang terhalang oleh jalinan bambu.

Unuma menyelamatkan diri ketika sistem pendingin di pembangkit nuklir Tokyo Electric Power Co yang berjarak 2,5 km rusak dan reaktornya mulai meleleh.

Pemerintah, yang menjadikan Fukushima sebagai simbol kebangkitan nasional di tengah persiapan Olimpiade Tokyo, mendorong warga untuk kembali ke tanah yang tidak tercemar.

Ketakutan yang berkepanjangan tentang pembangkit nuklir, pekerjaan dan infrastruktur yang buruk membuat banyak orang masih menjauh.

Unuma, sekarang menjadi petani sayur di prefektur Saitama dekat Tokyo, tempat suaminya meninggal tiga tahun lalu. Dia tidak akan kembali bahkan jika pemerintah mengikis tanah radioaktif dari ladangnya.

Tingkat radiasi di sekitar rumahnya sekitar 20 kali daripada di Tokyo, menurut pembacaan dosimeter yang dilakukan Reuters.

Hanya pemindahan inti radioaktif Fukushima yang akan membuatnya merasa aman, tugas yang akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk diselesaikan.

“Jangankan ancaman gempa, reaktor itu bisa meledak jika ada yang menjatuhkan alat di tempat yang salah,” papar dia.

Sebelum menempuh empat jam perjalanan kembali ke rumah barunya, Unuma mengunjungi Ranch of Hope, peternakan sapi milik Masami Yoshizawa, yang menentang perintah memusnahkan ternak yang terkena radiasi sebagai protes terhadap pemerintah dan Tokyo Electric Power.

Di antara 233 sapi jantan, masih ada sapi jantan terakhir yang masih hidup dari 50 kawanan sapi yang biasa dirawat Unuma.

Itu merupakan salah satu ternak yang masih hidup dari kehidupan yang dia alami sebelum bencana.
Sapi jantannya mengabaikannya ketika dia mencoba membujuknya, jadi Yoshizawa memberinya segenggam kubis untuk mencoba menggodanya.

“Hal tentang ternak, adalah mereka benar-benar hanya memikirkan tentang makanan,” tutur Yoshizawa.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Berita Terkini
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved