18 Demonstran Ditembak Mati, Junta Myanmar Bantah Gunakan Peluru Tajam
Selasa, 02 Maret 2021 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Belum diketahui bahwa pasukan keamanan Myanmar akan menggunakan peluru karet dalam pertahanan mereka.
Baca juga: 18 Demonstran Ditembak Mati, Aktivis Myanmar: Saya Nyatakan Militer Teroris!
Gelombang demonstrasi baru dimulai pada Selasa pagi setelah pengadilan Myanmar mengajukan dakwaan tambahan terhadap pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi yang dapat menahannya di balik jeruji besi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Meningkatnya jumlah korban tewas dapat meningkatkan tekanan pada pemerintah di seluruh dunia untuk mengambil tindakan lebih lanjut terhadap para jenderal Myanmar, yang menolak untuk mengakui kemenangan mutlak partai politik Suu Kyi pada pemilu bulan November lalu.
Seruan untuk menahan diri dari menggunakan peluru tajam datang ketika para menteri luar negeri di 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan mengadakan pertemuan informal untuk membahas situasi di Myanmar untuk pertama kalinya sejak kudeta. ASEAN telah lama mengikuti kebijakan non-intervensi dalam urusan dalam negeri para anggotanya, termasuk Myanmar, dan sejauh ini menahan diri untuk tidak mengutuk militer negara itu atas tindakannya atau merujuk pada kudeta.
Baca juga: Junta Myanmar Makin Brutal, Para Menlu ASEAN Siap Bicara Blak-blakan
Baca juga: 18 Demonstran Ditembak Mati, Aktivis Myanmar: Saya Nyatakan Militer Teroris!
Gelombang demonstrasi baru dimulai pada Selasa pagi setelah pengadilan Myanmar mengajukan dakwaan tambahan terhadap pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi yang dapat menahannya di balik jeruji besi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Meningkatnya jumlah korban tewas dapat meningkatkan tekanan pada pemerintah di seluruh dunia untuk mengambil tindakan lebih lanjut terhadap para jenderal Myanmar, yang menolak untuk mengakui kemenangan mutlak partai politik Suu Kyi pada pemilu bulan November lalu.
Seruan untuk menahan diri dari menggunakan peluru tajam datang ketika para menteri luar negeri di 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan mengadakan pertemuan informal untuk membahas situasi di Myanmar untuk pertama kalinya sejak kudeta. ASEAN telah lama mengikuti kebijakan non-intervensi dalam urusan dalam negeri para anggotanya, termasuk Myanmar, dan sejauh ini menahan diri untuk tidak mengutuk militer negara itu atas tindakannya atau merujuk pada kudeta.
Baca juga: Junta Myanmar Makin Brutal, Para Menlu ASEAN Siap Bicara Blak-blakan
Lihat Juga :