Junta Myanmar Makin Brutal, Para Menlu ASEAN Siap Bicara Blak-blakan

Selasa, 02 Maret 2021 - 11:56 WIB
loading...
A A A
Alumni program pemuda ASEAN di Myanmar mengatakan blok tersebut harus berbicara dengan perwakilan internasional dari pemerintahan Suu Kyi, bukan dengan rezim militer.

"ASEAN harus memahami bahwa kudeta atau pemilu ulang yang dijanjikan junta militer sama sekali tidak dapat diterima rakyat Myanmar," ungkap para alumni itu dalam surat kepada ASEAN.

Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, mengindikasikan di Twitter bahwa ASEAN akan tegas dengan Myanmar dan mengatakan kebijakan tidak campur tangan dalam urusan internal anggota "bukanlah persetujuan menyeluruh atau persetujuan diam-diam untuk kesalahan yang dilakukan di sana".

“Suu Kyi, 75, muncul di persidangan melalui konferensi video pada Senin dan terlihat dalam keadaan sehat selama penampilannya di depan pengadilan,” ungkap salah satu pengacaranya.

“Dua dakwaan lagi ditambahkan pada Suu Kyi, yang diajukan terhadapnya setelah kudeta,” tutur pengacaranya.

Peraih Nobel Perdamaian itu tidak pernah terlihat di depan umum sejak pemerintahannya digulingkan junta. Dia ditahan bersama dengan para pemimpin partai lainnya.

Ratusan orang telah ditangkap sejak kudeta tersebut. Yang terbaru adalah jurnalis Suara Demokratik Burma (DVB), yang menyiarkan langsung aksi pasukan keamanan di luar apartemennya pada Senin di kota pesisir Myeik, tempat dia merekam unjuk rasa itu. DVB mengkonfirmasi penangkapan tersebut.

Amerika Serikat memperingatkan penguasa militer Myanmar pada Senin bahwa mereka akan mengambil tindakan lebih banyak jika pasukan keamanan membunuh orang-orang tak bersenjata dan menyerang jurnalis dan aktivis, yang oleh juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Ned Price disebut sebagai "kekerasan yang menjijikkan".

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang mempersiapkan sanksi lebih lanjut bagi mereka yang bertanggung jawab atas kudeta tersebut.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Linda Thomas-Greenfield berharap menggunakan kepresidenan AS di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Maret untuk mendorong "diskusi yang lebih intens" tentang Myanmar.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Berita Terkini
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved