Surat-surat Ini Ungkap Kehidupan Awal Keluarga Hitler

loading...
Surat-surat Ini Ungkap Kehidupan Awal Keluarga Hitler
Sekumpulan surat yang sebelumnya tidak pernah diketahui memberikan gambaran unik tentang kehidupan awal keluarga diktator Nazi, Adolf Hitler. Foto/Yahoo
BERLIN - Sekumpulan surat yang sebelumnya tidak pernah diketahui memberikan gambaran unik tentang kehidupan awal keluarga diktator Nazi , Adolf Hitler . Surat-surat tersebut ditulis oleh ayah dari sosok kemudian hari menjadi salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah.

Kumpulan surat-surat itu dimuat buku berbahasa Jerman berjudul "Hitler's Father: How the Son Became a Dictator." Buku yang dirilis awal pekan ini itu diambil dari 31 surat yang ditulis oleh Alois Hitler kepada Josef Radlegger, yang menjual sebuah peternakan kepadanya di Austria pada tahun 1895.

Surat-surat itu ditemukan oleh seorang keturunan tuan tanah di loteng lima tahun lalu dan sekarang diterbitkan untuk pertama kalinya.



Dalam buku tersebut, penulis dan sejarawan Roman Sandgruber menyimpulkan bahwa Hitler dan ayahnya, Alois, sangat mirip. Mereka sama-sama membenci otoritas, sama-sama antiklerikal atau menentang kekuasaan atau pengaruh ulama dalam politik, dan bahkan memiliki tulisan tangan yang serupa.



"Ada peniruan ayah yang hampir seperti budak melalui putranya, dari tanda tangan yang sangat mirip hingga penghinaan terhadap pengetahuan sekolah dan kepercayaan diri seorang otodidak," tulis Sandgruber dalam buku itu, menurut Irish Times yang dinukil Business Insider, Sabtu (27/2/2021).

Penulis juga berpendapat bahwa Hitler anti-Semit sejak usia dini dan bergabung dengan klub anti-Semit dua bulan setelah ia tiba di Wina, Austria pada 1907.

Buku itu juga melukiskan gambaran kehidupan keluarga yang sangat tidak stabil bagi seorang Hitler muda. Menurut Sandgruber, keluarga tersebut memiliki 18 rumah berbeda selama 18 tahun pertama kehidupannya karena pekerjaan ayahnya sebagai pegawai negeri.

Alois sendiri digambarkan sebagai pria yang sombong dan agresif yang berkeras agar Hitler mengejar karir sebagai pegawai negeri.

Baca juga: Terungkap, Jerman Masih Bayar Pensiun Veteran SS Belanda yang Layani Hitler



"Dia adalah ayah yang sangat otoriter dan juga memukuli putranya, Adolf," tulis Sandgruber, menurut FOCUS Magazin.

Tetapi Hitler hanya memberontak terhadap keinginan ayahnya dan pergi untuk melamar ke Akademi Seni Rupa di Wina dua kali. Keduanya ditolak.

"Dia ingin menjadi artis bebas dan tidak mengikuti jejak ayahnya," tulis Sandgruber, menurut Deutsche Welle.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top