AS Ancam Nilai Kembali Status Hong Kong Setelah Serangan Terhadap Pers

Senin, 18 Mei 2020 - 19:16 WIB
loading...
AS Ancam Nilai Kembali...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo memperingatkan China bahwa AS dapat mengubah pandangannya tentang status Hong Kong. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo memperingatkan China bahwa AS dapat mengubah pandangannya tentang status Hong Kong. Ini sehubungan dengan apa yang dilihatnya sebagai gangguan terhadap kebebasan pers.

"Setiap keputusan yang berdampak pada otonomi dan kebebasan Hong Kong sebagaimana dijamin dalam Deklarasi Bersama China-Inggris dan Undang-Undang Dasar akan berdampak pada penilaian kita terhadap Satu Negara, Dua Sistem, dan status wilayah," kata Pompeo.

Pompeo kemudian mengatakan, dia telah diberitahu tentang apa yang dia katakan sebagai ancaman oleh pemerintah China untuk mengganggu pekerjaan para jurnalis Amerika di Hong Kong.

"Para jurnalis ini adalah anggota pers bebas, bukan kader propaganda, dan laporan mereka yang berharga memberi informasi kepada warga China dan dunia," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (18/5/2020).

Kebuntuan AS-China meningkat pada Maret setelah Beijing mengatakan akan mengusir beberapa wartawan yang bekerja di tiga media AS dan melarang mereka bekerja di Hong Kong setelah Washington menyebut kantor berita pemerintah China di AS sebagai agen asing. Washington mengklaim tindakan Beijing sebagai upaya oleh otoritas China untuk menghalangi pekerjaan wartawan di negara itu.

Pada bulan Februari, China mencabut kredensial pers dari tiga wartawan Wall Street Journal karena menerbitkan sebuah opini oleh seorang sarjana kebijakan luar negeri Walter Russell Mead yang mengkritik upaya China melawan penyakit Covid-19.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Murka! Iran: Kami Berhak...
Murka! Iran: Kami Berhak Balas Serangan AS
Rekomendasi
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Berita Terkini
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved