Media AS: Jet Tempur Siluman F-35 Mahal dan Tak Bisa Diandalkan

Kamis, 25 Februari 2021 - 11:36 WIB
loading...
A A A
Baca juga: AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III yang Bisa Bawa Nuklir

Oleh karena itu, kebutuhan akan pesawat tempur kelas bawah baru untuk mengisi kekosongan dalam operasi sehari-hari. Saat ini, sekitar 1.000 F-16 Angkatan Udara memenuhi kebutuhan itu. Tetapi cabang penerbangan belum membeli F-16 baru dari Lockheed sejak 2001. F-16 sudah tua.

Dalam wawancara terakhirnya sebelum meninggalkan jabatannya pada bulan Januari, Will Roper, pejabat akuisisi tertinggi Angkatan Udara, melontarkan gagasan pesanan F-16 baru. Tapi Brown menolak idenya, dengan mengatakan dia tidak menginginkan lebih banyak pesawat klasik.

Brown menjelaskan, F-16 seberat 17 ton dan non-siluman terlalu sulit untuk ditingkatkan dengan perangkat lunak terbaru. Alih-alih memesan F-16 baru, kata dia, Angkatan Udara harus memulai "desain clean-sheet" untuk pesawat tempur low-end baru.

Komentar Brown adalah pengakuan diam-diam bahwa F-35 telah gagal. Seperti yang direncanakan pada tahun 1990-an, program tersebut seharusnya menghasilkan ribuan pesawat tempur untuk menggantikan hampir semua pesawat tempur taktis yang ada dalam inventaris Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Korps Marinir.

Angkatan Udara sendiri menginginkan hampir 1.800 unit F-35 untuk menggantikan F-16 dan A-10 yang menua dan merupakan kelas bawah dari campuran pesawat tempur rendah-tinggi, dengan 180 unit F-22 bermesin ganda membentuk kelas atas.

Tapi Angkatan Udara dan Lockheed Martin memasukkan kegagalan ke dalam konsep F-35. "Mereka mencoba membuat F-35 melakukan terlalu banyak hal," kata Dan Grazier, seorang analis Project on Government Oversight di Washington, D.C.

Ada versi sayap kecil untuk operasi di darat, versi sayap besar untuk kapal induk yang dilengkapi ketapel Angkatan Laut dan, untuk kapal serbu dek kecil yang dinaiki Marinir, model pendaratan vertikal dengan daya dorong mesin angkat ke bawah.

Kompleksitas menambah biaya. Kenaikan biaya mengakibatkan penundaan. Penundaan memberi pengembang lebih banyak waktu untuk menambahkan lebih banyak kerumitan pada desain. Penambahan tersebut menambah lebih banyak biaya. Biaya tersebut mengakibatkan lebih banyak penundaan. Begitu seterusnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved