Media AS: Jet Tempur Siluman F-35 Mahal dan Tak Bisa Diandalkan

Kamis, 25 Februari 2021 - 11:36 WIB
loading...
A A A
Lima belas tahun setelah penerbangan pertama F-35, Angkatan Udara hanya memiliki 250 unit jet tempur. Sekarang layanan menandakan kemungkinan pemotongan ke program. Bukan tanpa alasan bahwa Brown mulai mencirikan F-35 sebagai butik, petarung kelas atas di kelas F-22. Angkatan Udara mengakhiri produksi F-22 setelah menyelesaikan hanya 195 eksemplar.

"F-35 mendekati persimpangan jalan," kata Grazier.

Para pemimpin Pentagon telah mengisyaratkan bahwa, sebagai bagian dari pergeseran fokus militer AS ke arah ancaman sejawat—yaitu, Rusia dan China—Angkatan Laut dan Angkatan Udara mungkin mendapatkan bagian yang lebih besar dari anggaran tahunan militer AS sekitar USD700 miliar. Semua dengan biaya Angkatan Darat.

“Jika kita akan menarik pelatuk pada fighter baru, mungkin sekaranglah waktunya,” kata Grazier. Angkatan Udara dapat mengakhiri produksi F-35 hanya dengan beberapa ratus contoh dan mengalihkan puluhan miliar dolar ke program pesawat tempur baru.

Tapi pertanyaan terbukanya apakah Angkatan Udara akan pernah berhasil mengembangkan pesawat tempur yang ringan dan murah. Jet low-end baru bisa mengalami nasib yang sama dengan jet low-end terakhir—F-35—dan terus bertambah berat, kompleksitas, dan harganya hingga menjadi jet high-end.

Jika itu terjadi, seperti yang terjadi sebelumnya, beberapa kepala staf Angkatan Udara di masa depan mungkin akan memberi tahu wartawan—pada, katakanlah, tahun 2041—bahwa F-36 baru adalah Ferrari dan Anda tidak mengemudikan Ferrari Anda untuk bekerja setiap hari .

Untuk akhirnya mengganti F-16 yang berusia 60 tahun, Brown sang jenderal masa depan AS itu kemungkinan berkata; Angkatan Udara harus mengembangkan pesawat tempur ringan yang terjangkau.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved