AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III yang Bisa Bawa Nuklir

loading...
AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III yang Bisa Bawa Nuklir
Rudal balistik antarbenua Minuteman III Amerika Serikat yang mampu membawa hulu ledak nuklir diuji tembak dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California, Selasa malam. Foto/US Space Force/Brittany E. N. Murphy
WASHINGTON - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) menguji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III pada Selasa malam. Misil yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini ditembakkan dari pantai California ke jangkauan rudal di Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall, yang berjarak 4.200 mil.

"Uji coba tersebut menunjukkan bahwa penangkal nuklir Amerika Serikat aman, terjamin, andal, dan efektif untuk mencegah ancaman abad kedua puluh satu dan meyakinkan sekutu kita," kata Angkatan Udara dalam siaran pers, yang dikutip SINDOnews.com, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Algojo Pembunuh Khashoggi Disebut Gunakan Jet Pribadi Putra Mahkota Saudi

Uji tembak ICBM Minuteman III yang sangat berbahaya ini merupakan uji coba misil terbaru Amerika. Lokasi uji tembak misil ini masih masuk kawasan Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California.

"Peluncuran uji coba ini memverifikasi keakuratan dan keandalan sistem senjata ICBM, memberikan data berharga untuk memastikan penangkal nuklir yang aman, terlindungi, dan efektif secara berkelanjutan,” lanjut Angkatan Udara Amerika.



Rudal tersebut biasanya dipersenjatai dengan satu hulu ledak nuklir W87 450 kiloton atau tiga hulu ledak W78 350 kiloton, yang masing-masing dapat menyerang target secara terpisah. Namun, ICBM Minuteman III yang ditembakkan kali ini tidak dipasangi hulu ledak nuklir.

Uji coba hari Selasa adalah yang pertama sejak pemerintahan Joe Biden memperbarui Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) dengan Rusia, yang membatasi ukuran persenjataan nuklir masing-masing negara.

Di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, Pentagon memulai atau memperluas beberapa program mahal untuk memodernisasi persenjataan nuklirnya, termasuk kapal selam rudal balistik baru, pembom siluman baru, ICBM baru, rudal jelajah nuklir baru, dan juga hulu ledak nuklir baru.

Baca juga: Indonesia Diprotes, Kedutaannya di Myanmar Didemo

Pemerintahan Biden, yang dimulai pada akhir Januari, diharapkan meninjau program-program ini secara komprehensif, dan telah didorong oleh para pemikir kebijakan pertahanan untuk melakukan peninjauan postur nuklir baru seperti yang dikeluarkan oleh Trump pada awal 2018.



Namun, ICBM Minuteman III sudah lebih dari 50 tahun dan akan membutuhkan penggantian pada akhirnya. The Ground-Based Strategic Deterrent (GBSD), sistem penggantian yang diusulkan, diperkirakan menelan biaya USD264 miliar selama dekade berikutnya dengan sendirinya, tidak termasuk hulu ledak baru, meskipun beberapa W87 diharapkan dapat disesuaikan dengan rudal baru. Tahun lalu, Pentagon memberi Northrop Grumman kontrak USD13,3 miliar untuk mendesain roket baru.

AS memiliki sekitar 450 unit ICBM Minuteman III dalam silo yang tersebar di beberapa "peternakan rudal" di Great Plains, dan sekitar 3.800 hulu ledak nuklir aktif, dengan 2.000 cadangan lainnya, pada Juni 2020.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top