Media AS: Jet Tempur Siluman F-35 Mahal dan Tak Bisa Diandalkan

Kamis, 25 Februari 2021 - 11:36 WIB
loading...
Media AS: Jet Tempur...
Pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/US Air Force/Senior Airman Duncan C. Bevan
A A A
WASHINGTON - Seorang jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) membuat pengakuan kekecewaan yang mengejutkan perihal pengembangan pesawat jet tempur siluman F-35 yang dia anggap telah gagal. Menurut media Amerika, Forbes, pesawat generasi kelima itu mahal, tapi takbisa diandalkan.

Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal Charles Brown Jr menginginkan layanannya mengembangkan pesawat tempur ringan yang terjangkau untuk menggantikan ratusan F-16 antik Perang Dingin dan melengkapi armada kecil pesawat tempur siluman yang canggih, tapi hasilnya ternyata mahal.

Baca: Pendeta Ini Dikecam usai Imbau Para Gadis Tutupi Tubuh agar Pria Kontrol Nafsu

Menurutnya, hasilnya menjadi campuran high-low [tinggi-rendah] dari F-22 dan F-35 “generasi kelima” yang mahal dan jet “generasi kelima-minus” yang murah.

Tetapi selama 20 tahun R&D [penelitian dan pengembangan], pesawat tempur pengganti yang ringan itu menjadi lebih berat dan lebih mahal karena Angkatan Udara dan kontraktor utama Lockheed Martin mengemasnya dengan semakin banyak teknologi baru.

“Ya, kami berbicara tentang F-35. Pesawat tempur siluman seberat 25 ton telah menjadi masalah yang seharusnya diselesaikan. Dan sekarang Amerika membutuhkan pesawat tempur baru untuk menyelesaikan masalah F-35 itu,” kata para pejabat militer AS yang dikutip Forbes, Kamis (25/2/2021).

Menurut laporan Forbes, dengan harga sekitar USD100 juta per pesawat, termasuk mesinnya, F-35 tergolong mahal. Meskipun siluman dan dipenuhi dengan sensor berteknologi tinggi, ini juga intensif perawatan, buggy, dan tidakbisa diandalkan. "F-35 bukanlah pesawat tempur berbiaya rendah dan ringan,” kata Dan Ward, mantan manajer program Angkatan Udara dan penulis berbagai buku bisnis populer termasuk The Simplicity Cycle.

Brown sebelumnya menggambarkan F-35 sebagai Ferrari. ”Anda tidak boleh mengemudikan Ferrari ke kantor setiap hari, Anda hanya mengendarainya pada hari Minggu. Ini adalah 'petarung kelas atas' kami, kami ingin memastikan bahwa kami tidak menggunakan semuanya untuk pertarungan kelas bawah,” katanya.

"Saya ingin memoderasi seberapa banyak kami menggunakan pesawat itu," kata Brown.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved