Venezuela Kirim Bahan Bakar Jet ke Iran dengan Imbalan Bensin

Rabu, 24 Februari 2021 - 15:20 WIB
loading...
Venezuela Kirim Bahan...
Kapal tanker minyak berlabuh saat minyak dipompa ke dalam kapal di kompleks industri Jose Antonio Anzoategui PDVSA, Anzoategui, Venezuela. Foto/REUTERS
A A A
CARACAS - Venezuela mengirim bahan bakar jet ke Iran dengan imbalan impor bensin (gasoline) yang penting bagi negara Amerika Selatan itu.

“Ini bagian dari kesepakatan pertukaran dua perusahaan minyak milik Iran dan Venezuela,” ungkap tiga orang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

Iran telah meningkatkan bantuan ke Venezuela sejak tahun lalu karena Amerika Serikat (AS) memperketat sanksi terhadap kedua negara, memukul ekspor minyak perusahaan milik negara Petroleos de Venezuela dan Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC).

Baca juga: Menlu Junta Myanmar Terbang ke Thailand untuk Bahas Krisis

Iran telah mengirim armada tanker yang dioperasikan negara yang membawa bensin dan bahan bakar motor ke Venezuela.

Baca juga: Menlu Retno Tak Jadi Kunjungi Myanmar, Waktunya Tidak Tepat

Kapal-kapal itu juga membawa peralatan dan suku cadang untuk membantu dua negara OPEC yang sedang terlilit krisis itu.

Lihat infografis: Indonesia Diprotes, Kedutaan-besarnya di Myanmar Didemo

Tetapi kedua negara itu hanya memberikan sedikit rincian tentang apa yang diperoleh Iran dari Venezuela sebagai imbalan.



Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Caracas mengatakan pada Agustus bahwa Venezuela telah mengirimkan kargo mangga dan nanas ke Iran sebagai bagian dari hubungan komersial yang saling menguntungkan.

Baik Caracas dan Teheran telah diberi sanksi oleh Amerika Serikat dengan tujuan menghentikan program nuklirnya. Kedua negara menyambut pengiriman bahan bakar Iran sebagai metode untuk melawan tekanan dari musuh bersama mereka.

Namun, salah satu sumber mengatakan NIOC dan PDVSA tahun lalu setuju menukar penuh bahan bakar jet Venezuela untuk membayar bensin Iran.

Pertukaran bahan bakar menunjukkan bahwa pengiriman bahan bakar Iran ke Venezuela bukan untuk kepentingan sementara dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Bahan bakar jet sekarang melimpah di Venezuela karena penghentian sebagian besar perjalanan udara domestik karena pembatasan terkait virus corona.

“Bahan bakar jet dikirim dengan kapal tanker Iran yang mengirimkan bensin ke Venezuela untuk mengamankan aliran produk olahan tanpa gangguan dan memanfaatkan tanker yang tersedia,” ungkap sumber itu.

Kesepakatan semacam itu dikenal sebagai “perjalanan sempurna” di industri maritim karena kapal-kapal berpergian dengan muatan penuh di kedua arah.

Banyak perusahaan tanker independen enggan mengangkut minyak Venezuela atau bahan bakar impor untuk negara itu sejak Washington mulai memberi sanksi kepada para pemilik kapal.

“Setiap kargo diberi harga dan dikompensasikan kemudian. Jika ada perbedaan nilai (antara pengiriman swap), mereka dibayar melalui kargo di masa depan,” papar sumber itu.

“Venezuela telah menggunakan pengiriman minyak mentah berat Merey untuk mengkompensasi Iran atas kekurangan nilai ekspor bahan bakar jet, dengan setidaknya satu kargo 1,9 juta barel dikirim ke NIOC sejak Oktober,” ungkap sumber dan dokumen PDVSA yang dilihat Reuters.

Mekanisme tersebut sejauh ini memungkinkan kedua perusahaan negara mengirimkan kargo masuk dan keluar Venezuela di atas kapal berbendera Iran yang telah berlabuh di Venezuela setidaknya tiga kali sejak Mei 2020, menurut data Refinitiv Eikon.

PDVSA menjual bensin Iran dengan harga dalam denominasi dolar yang sangat dibutuhkan. Tidak jelas apakah Iran menggunakan bahan bakar jet Venezuela untuk konsumsi domestik atau apakah kargo itu akan dijual kembali.

Baik PDVSA maupun Kementerian Minyak Venezuela tidak menanggapi permintaan komentar. NIOC dan misi diplomatik Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera menanggapi permintaan komentar.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved