Menlu Junta Myanmar Terbang ke Thailand untuk Bahas Krisis
Rabu, 24 Februari 2021 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Tapi partai yang dipimpin Suu Kyi, yang menang pada pemilu 8 November ingin kemenangan itu diakui. Militer menolak mengakui kemenangan itu dengan alasan terjadi kecurangan pemilu.
Menlu Indonesia, Retno Marsudi, yang berada di Thailand, diharapkan terbang ke Myanmar tetapi perjalanan itu dibatalkan.
“Setelah memperhatikan perkembangan terkini dan masukan dari negara-negara ASEAN lainnya, ini bukan waktu yang ideal untuk melakukan kunjungan ke Myanmar,” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Teuku Faizasyah, dalam pengarahan di Jakarta.
Pada Selasa, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan Indonesia di Yangon untuk menyuarakan penolakan terhadap pemilu baru. Demonstran menuntut hasil pemilu November diakui.
Tentara merebut kekuasaan setelah menuduh kecurangan dalam pemilu November, menahan Suu Kyi dan banyak pemimpin partai. Komisi pemilu menolak gugatan militer.
The Future Nation Alliance, kelompok aktivis yang berbasis di Myanmar, sebelumnya mengatakan kunjungan Retno akan "sama saja dengan mengakui junta militer".
Kelompok itu menuntut para pejabat asing bertemu Htin Lin Aung, anggota komite yang mewakili anggota parlemen yang digulingkan militer. Dia ditunjuk sebagai "pejabat yang bertanggung jawab atas hubungan luar negeri".
Menlu Indonesia, Retno Marsudi, yang berada di Thailand, diharapkan terbang ke Myanmar tetapi perjalanan itu dibatalkan.
“Setelah memperhatikan perkembangan terkini dan masukan dari negara-negara ASEAN lainnya, ini bukan waktu yang ideal untuk melakukan kunjungan ke Myanmar,” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Teuku Faizasyah, dalam pengarahan di Jakarta.
Pada Selasa, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan Indonesia di Yangon untuk menyuarakan penolakan terhadap pemilu baru. Demonstran menuntut hasil pemilu November diakui.
Tentara merebut kekuasaan setelah menuduh kecurangan dalam pemilu November, menahan Suu Kyi dan banyak pemimpin partai. Komisi pemilu menolak gugatan militer.
The Future Nation Alliance, kelompok aktivis yang berbasis di Myanmar, sebelumnya mengatakan kunjungan Retno akan "sama saja dengan mengakui junta militer".
Kelompok itu menuntut para pejabat asing bertemu Htin Lin Aung, anggota komite yang mewakili anggota parlemen yang digulingkan militer. Dia ditunjuk sebagai "pejabat yang bertanggung jawab atas hubungan luar negeri".
(sya)
Lihat Juga :