Kurangnya Air Bersih Masih Jadi Ancaman Utama di Jalur Gaza

loading...
Kurangnya Air Bersih Masih Jadi Ancaman Utama di Jalur Gaza
Ilustrasi
GAZA - Ketersediaan air bersih masih tetap menjadi masalah utama di Jalur Gaza . Selain langka dan asin, air yang ada di Jalur Gaza juga sangat tercemar. Hanya tiga persen air di wilayah tersebut yang layak untuk minum. Alasan di balik kontaminasi ini adalah populasi daerah kantong yang berkembang pesat, kurangnya sumber daya dan blokade Israel yang mencegah bahan-bahan penting memasuki wilayah tersebut.

Munculnya wabah Covid-19 merusak banyak aspek kehidupan di Jalur Gaza. Seperti menambah pengangguran dan mendorong tingkat kemiskinan hingga 64 persen yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pandemi Covid-19 kian menambah masalah di Jalur Gaza, di saat langkanya air bersih di wiayah tersebut.

Baca: Israel Buka Pintu Air di Dekat Gaza, Banjir Rusak Tanaman Palestina

Setahun yang lalu sebuah laporan yang dirilis oleh B'Tselem, sebuah LSM Israel yang memantau kegiatan pemerintah di Tepi Barat dan Gaza, menyatakan bahwa sumber air di Jalur Gaza langka dan bahwa 40 persen pasokan air domestik hilang dalam perjalanan ke konsumen. Hal ini disebabkan karena infrastruktur di kawasan itu sudah ketinggalan zaman.



Kelangkaan air dan pipa berkarat, bagaimanapun, bukanlah satu-satunya masalah di Jalur Gaza. Ahmed Hellis, seorang pencinta lingkungan dan kepala Institut Nasional untuk Lingkungan dan Pembangunan di Jalur Gaza, mengatakan, tantangan utama daerah kantong itu adalah kontaminasi.

Menurut perkiraan organisasinya, sekitar 97 persen dari semua air di daerah kantong pendudukan itu tidak layak untuk diminum. Sebagian karena salinitasnya, dan sebagian besar karena tercemar.

Baca: Israel Sita Barang Senilai Rp1,7 Miliar dari Turki untuk Hamas



Pencemaran itu bersumber dari beberapa faktor, salah satunya adalah populasi Strip yang berkembang pesat. Yang terakhir dianggap sebagai salah satu daerah terpadat di dunia.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top